Irfan Setiaputra

toward human networking

Recent Journal Entries

Mendekati Era Zettabyte

Setelah data dan suara, jaringan internet kini memasuki era visual, atau disebut dengan visual networking. Yang mendorong era baru ini adalah video. Lalu-lintas internet di dunia kini dipenuhi oleh video. Jika sebelumnya peran jaringan hanya bisa dirasakan, kini jaringan menjadi lebih “terlihat.” Dan menurut sejarah, medium yang mampu menampilan audio dan video secara bersamaan akan menarik banyak perhatian, seperti halnya televisi di waktu lampau.

YouTube sebagai situs jejaring sosial yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi video, hanyalah salah satu pemicu lonjakan lalu-lintas internet. Selain situs jejaring sosial terdapat kebutuhan lain akan video, seperti video conference (dari video conference sederhana sampai Cisco TelePresence yang memberikan sensasi temu muka sesungguhnya), video surveillance berbasis IP, konten yang dipancarkan ke digital media signage, Video on Demand, pelatihan on-line dan lainnya.

Saat ini konsumsi video masih lebih banyak dinikmati lewat komputer. Tetapi kita juga tahu teknologi 3G memberikan mobilitas tatap muka. Dan ke depannya diperkirakan internet lebih banyak masuk ke televisi lewat IPTV, sehingga pemirsa televisi memiliki kebebasan untuk mengatur apa yang akan ditonton dan waktu untuk menonton.

Hasil riset dari Cisco Visual Networking Index sudah memperlihatkan tanda-tanda tersebut. Dalam empat tahun ke depan diperkirakan lalu-lintas IP di seluruh dunia akan mencapai setengah zettabyte, karena pemanfaatan video yang masif lewat internet. Sebagai perbandingan, 1 zettabyte setara dengan 1 triliun gigabyte; setara dengan 1 milyar terabyte; setara dengan 1 juta petabyte; setara dengan 1.000 exabyte; atau setara dengan 250 miliar keping DVD. Para operator telekomunikasi, penyedia jasa internet dan service provider di belahan dunia mana pun harus bersiap menghadapinya.

vni.jpg

By Irfan Setiaputra on July 8th, 2008 | 3 comments »

Harga BBM Naik? Teknologi Memberikan Alternatif

Akhirnya pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Seperti yang sudah diprediksikan, terjadi reaksi-reaksi dari berbagai lapisan masyarakat. Sebagai bangsa yang besar, harusnya kita tidak perlu menyerah atau pasrah dengan keadaan seperti ini. Sudah saatnya kita berpikir lebih panjang dua atau tiga langkah ke depan, untuk melakukan penghematan dan peluang apa yang bisa didapat dengan kondisi seperti ini.

Penghematan yang bisa dilakukan misalnya adalah mengurangi perjalanan dan memanfaatkan teknologi dengan mengefektifkan infrastruktur komunikasi yang sudah ada untuk belajar, bermain dan menikmati hidup.

Ini yang sudah saya dan teman-teman lakukan di Cisco. Daripada harus pergi dan terjebak kemacetan untuk pertemuan yang hanya akan memakan waktu satu atau dua jam, kami memilih untuk melakukan pertemuan jarak jauh lewat Internet. Coba hitung waktu yang terbuang untuk perjalanan, dan BBM yang dihabiskan kendaraan untuk mencapai tempat pertemuan tersebut. Apalagi jika kemudian kita harus kembali ke kantor dan melewati jalan yang sama, dengan kemacetan yang sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa mengaplikasikan hal ini. Jika biasanya kita selalu ke ATM untuk melakukan transaksi-transaksi non-tunai, mengapa tidak memilih Internet Banking, Phone Banking atau Mobile Banking? Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan secara online, tanpa mengorbankan esensi aktivitas itu sendiri.

By Irfan Setiaputra on May 27th, 2008 | 4 comments »

Mari Menjadi Lebih Hijau Di Hari Bumi Sedunia

Hari ini, 22 April, adalah Hari Bumi Sedunia. Tema yang diangkat tentu saja adalah melestarikan lingkungan hidup dengan mengurangi emisi karbon. Misalnya dengan mematikan lampu dan peralatan-peralatan listrik lain ketika tidak digunakan. Sadarkah anda, ketika anda mematikan komputer desktop dan meninggalkan kantor, monitor anda tetap menyala meskipun dalam keadaan sleep? Tinggal tekan tombolnya, dan anda sudah menghemat biaya listrik, dan juga mengurangi panas yang dihasilkan monitor tersebut.

Berbicara dari sisi Cisco sebagai sebuah perusahaan teknologi, kami berusaha mengurangi perjalanan bisnis dan memanfaatkan cara-cara kolaborasi online. Kalau bisa meeting online, buat apa harus ke luar kantor? Hitung saja berapa liter BBM yang dihemat, atau bahkan bahan bakar pesawat yang dihemat, jika ke luar negeri. Kemudian hitung emisi karbon yang bisa dikurangi. Sebagai ilustrasi, perjalanan satu orang dari New York ke London untuk sebuah pertemuan menghasilkan emisi karbon dioksida sebesar 1,3 ton.

Cisco tidak saja menjawab tantangan-tantangan lingkungan di dalam Cisco sendiri, tapi kami juga mendorong pelanggan-pelanggan dan mitra-mitra kami untuk melakukan hal yang sama, dan memanfaatkan jaringan sebagai sebuah platform Hijau. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai warga dunia. Tantangan sudah diberikan: Mari menjadi lebih hijau. Apa jawaban anda?

By Irfan Setiaputra on April 22nd, 2008 | 5 comments »

Selamat Datang, Para Pemimpin Masa Depan Cisco

Empat orang calon pemimpin Cisco Systems Indonesia sudah terpilih, setelah melalui proses rekrutmen yang sangat ketat. Jumlah calon kandidat yang berminat mendaftar melalui situs web, email, dan ketika saya dan teman-teman mengunjungi kampus-kampus ITB, ITS, UI dan Binus, mencapai ribuan orang. Sungguh respon yang luar biasa.

Saya tidak bisa membayangkan sulitnya kerja mereka yang harus menyeleksi calon-calon ini, karena dari sebagian CV yang saya terima, semuanya kelihatan meyakinkan dan mampu menjadi pemimpin Cisco sesuai harapan. Kenapa sulit? Karena dari ribuan nama tersebut, hanya enam belas yang lolos ke tahap assessment test.

Tanggal 3 April yang lalu, saya dan tim Cisco dari Indonesia dan regional “menghadapi” enam belas kandidat yang lolos tersebut, dalam assessment test yang dilakukan di Hotel Inter-Continental Jakarta. Di sana, kita memberikan materi-materi yang berhubungan dengan kesiapan mereka untuk menjadi pemimpin Cisco. Dari situ, kami memilih empat orang. Bukan hal yang mudah untuk memilih empat dari enam belas kandidat yang seluruhnya kami nilai layak.

Tapi keputusan harus tetap diambil. Empat nama yang terpilih untuk menjadi karyawan Cisco Systems Indonesia dan mengikuti pelatihan selama sembilan bulan di Amerika Serikat adalah Aryo Priyo Sujatmiko, Felix Gunawan, Hasan dan Audry Afrininta. Audry, satu dari dua perempuan yang lolos ke assessment test, menjadi perempuan pertama yang lolos program ini.

Saya ucapkan selamat bagi seluruh karyawan baru Cisco Systems Indonesia, dan saya tunggu kiprahnya bagi perusahaan ini. Dan bagi mereka yang sudah mendaftar, saya ucapkan terima kasih.

By Irfan Setiaputra on April 15th, 2008 | 4 comments »

The Power of Collaboration

cisco-cnsf-2008small.jpg

http://www.cisco.com/go/id/cnsf

Sudah lama juga saya tidak menambah posting baru di blog ini. Selain pekerjaan yang menguras banyak waktu saya, dan perjalanan ke luar negeri yang baru-baru ini saya lakukan, Cisco Systems Indonesia sedang sibuk mempersiapkan Cisco Networkers Solutions Forum 2008 yang akan diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta, pada tanggal 25 Maret 2008. Acara tahunan yang merupakan ajang networking terbesar di Indonesia ini merupakan acara yang keenam kali yang diadakan oleh Cisco Systems Indonesia, dan kali ini akan mengangkat tema ”The Power of Collaboration”. Jika tidak familiar dengan nama Cisco Networkers Solutions Forum, mungkin nama yang sudah lebih dulu dikenal adalah ”Cisco Showcase”.

Kolaborasi diangkat menjadi tema karena kolaborasi adalah salah satu kunci untuk bisa berhasil dalam lingkungan bisnis yang menjadi semakin global, di mana fungsi-fungsi di dalam organisasi akan mengecil dan persaingan akan menjadi semakin ketat. Hal ini sudah dibuktikan lewat studi ”Foresight 2020” yang dilakukan Economist Intelligence Unit (EIU) di tahun 2006, yang diikuti oleh para eksekutif.

Tantangan terbesar dalam membangun kolaborasi yang efektif adalah mengembangkan proses, kepemimpinan dan pengukuran untuk mendukung kolaborasi tersebut. Teknologi bisa dan akan memudahkan kolaborasi. Tapi bahkan hanya dengan e-mail, conference call dan instant messaging, kita bisa berkolaborasi. Selama perusahaan-perusahaan menyisihkan waktu dan usaha yang diperlukan untuk merencanakan, mengelola dan mengukur usaha-usaha kolaborasi, kolaborasi tersebut akan berhasil.

Alasan lainnya saya (dan Cisco) mengangkat isu kolaborasi ini adalah karena sesuai dengan brand positioning Cisco ’Welcome to the Human Network’, yang mengkomunikasikan bagaimana jaringan telah berhasil menembus batas-batas kantor, rumah dan institusi, serta berubah wujud menjadi platform yang membawa pengalaman baru dan membuka kesempatan bagi kita untuk lebih mudah melakukan kolaborasi dan bekerjasama.

Saya berharap, Cisco Networkers Solutions Forum 2008 ini akan bisa menjadi sarana bagi Cisco untuk memperlihatkan kolaborasi Cisco dengan para mitranya untuk bisa memajukan kehidupan masyarakat Indonesia melalui Internet.

By Irfan Setiaputra on March 15th, 2008 | 8 comments »

Internet. Mobilitas. Workspace. Kunci Kesinambungan Usaha.

Hari Selasa lalu musibah melanda komplek perkantoran tempat Cisco berada. Terjadi kebakaran di gedung yang kami tempati, untungnya hanya di basement. Tapi cukup untuk membuat seluruh penghuni diharuskan keluar sementara, sampai sisa-sisa kebakaran bisa dibersihkan. Bagi Cisco, hal ini bukan masalah karena kami memiliki konsep workspace, di mana setiap orang bisa bekerja dari mana saja, selama ada akses Internet. Karena itu saya tidak menginstruksikan seluruh karyawan untuk masuk kantor. Yang penting tugas mereka bisa selesai. Karena konsep inilah saya tidak terlalu dipusingkan oleh masalah kebakaran. Tempat menjadi tidak penting.

Namun kami tidak bisa egois, karena selain Cisco, masih banyak perusahaan lain yang berkantor di gedung ini. Karena itu, kami menyediakan akses gratis Internet nirkabel yang memanfaatkan koneksi 3G selular. Perangkat inilah yang pernah membantu para wartawan ketika meliput Pak Harto selama di RSPP dan di Astana Giribangun, Solo. Sejauh ini kami mendapatkan respon positif dari para pemakai Internet tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi seperti apapun, kita masih tetap bisa bekerja. Tidak ada alasan lagi untuk tidak bekerja karena tidak bisa mencapai kantor. Inilah mobilitas yang sesungguhnya. Mobilitas bukan lagi sekedar perangkat, teknologi atau layanan tertetntu. Mobilitas adalah mengenai bagaimana orang-orang dapat bebas bergerak di mana pun di dunia sementara tetap mendapatkan konektivitas menggunakan perangkat pilihannya.

By Irfan Setiaputra on February 15th, 2008 | 9 comments »

Menatap Cermin Dua Arah

Saya kemarin pergi ke ITB untuk acara Cisco Systems Career Day, dalam rangka program rekrutmen Cisco. Saat berbicara di depan para bakal calon pegawai Cisco ini, saya seperti berhadapan dengan sebuah cermin dua arah. Di satu sisi saya menatap masa lalu saya saat masih menjadi mahasiswa bertahun-tahun yang lalu (kebetulan saya adalah lulusan ITB), dan di sisi lain saya menatap masa depan Cisco, di tangan para bakal calon pegawai Cisco ini. Upaya Cisco dalam perekrutan ini merupakan salah satu wujud dari upaya Cisco dalam memupuk tenaga-tenaga kerja lokal dengan kualifikasi internasional. Dalam program ini, empat orang yang terpilih akan menjalani pelatihan selama sembilan bulan di kantor Cisco di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat.

Para peserta terlihat cukup antusias dalam mengikuti presentasi saya. Sebagian bahkan rela datang dari luar Bandung. Dan kemudian dalam sesi tanya jawab, terjadi interaksi yang cukup menarik, dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya cukup cerdas. Anehnya, tidak ada pertanyaan mengenai gaji pokok. Mungkin mereka merasa yakin Cisco bisa menjamin kesejahteraan mereka.

Berbicara mengenai keyakinan, saya yakin masa depan Cisco Systems Indonesia terletak di tangan orang-orang Indonesia. Meskipun Cisco adalah sebuah perusahaan multinasional, peran sumber daya lokal memegang porsi yang tidak kalah penting. Sebuah majalah bisnis Indonesia yang cukup terkemuka di edisi terbarunya membahas semakin banyaknya CEO lokal dipercaya memimpin perusahaan multinasional. Menurut majalah ini, “Mereka dianggap kian bisa menjadi penghubung antara negara setempat dan negara asal perusahaan.”

Kembali ke program rekrutmen Cisco, bagi anda yang berminat, silakan mendaftar di www.inovasia.co.id. Saya menunggu calon-calon pemimpin Cisco Systems Indonesia berikutnya.

web-inovasia.jpg

By Irfan Setiaputra on February 12th, 2008 | 33 comments »

Cisco Telco Summit 2008: Di Waktu Yang Tepat

 

telcosummit.jpg

Cisco Systems Indonesia kemarin mengadakan acara Cisco Telco Summit 2008, yang memperlihatkan solusi-solusi dan inovasi-inovasi jaringan IP Next-Generation Network dari Cisco dan partner-partnernya. Acara ini merupakan salah satu upaya Cisco untuk menegaskan komitmennya terhadap perkembangan jaringan telekomunikasi Indonesia, yang sedang dalam transisi konvergensi dengan jaringan yang berbasis IP.

Respon yang didapat cukup baik, dengan kapasitas ruangan yang penuh. Ini bisa menjadi indikator bahwa ada kepedulian yang cukup besar dari masyarakat dan industri di Indonesia untuk kemajuan telekomunikasi negara ini. Timing acaranya pun cukup tepat, mengingat banjir kembali mengancam Jakarta, dan peranan telekomunikasi menjadi sangat penting.

Yang menarik adalah diskusi yang terjadi di dalam konperensi pers Cisco Telco Summit 2008 ini. Para teman-teman wartawan cukup kritis dalam menyikapi inisiatif Cisco untuk industri telekomunikasi ini, dan kami mendapat beberapa masukan yang bisa dijadikan pertimbangan. Diskusi berkembang dari masalah perang tarif operator, layanan video, hingga Wimax.

Perang tarif, yang ditakutkan akan menjadi bumerang bagi para operator, justru bisa menimbulkan keuntungan bagi pengguna, industri, dan juga para operator sendiri. Tidak ada yang dirugikan sama sekali. Para operator akhirnya bisa memanfaatkan kapasitas jaringannya secara lebih maksimal, para pengguna bisa menikmati komunikasi dengan biaya rendah, dan para pelaku industri akhirnya bisa memperlihatkan kalau solusi-solusi mereka memang “mumpuni”. Ujung-ujungnya, industri telekomunikasi Indonesia akan semakin berkembang. Karena dengan IP, layanan yang bisa ditawarkan dan dinikmati bisa menjadi lebih dari sekedar suara dan SMS.

By Irfan Setiaputra on February 6th, 2008 | 5 comments »

Kelas Tanpa Batas

Satu artikel di www.detikinet.com menggelitik saya. Benarkah Internet membuat otak mahasiswa tumpul dan menghasilkan tugas-tugas kuliah yang tidak bermutu?

Saya justru lebih melihat Internet sebagai sarana bagi para murid dan juga tenaga pengajar untuk mendapatkan materi pendidikan yang kualitasnya setara. Artinya selama mendapatkan koneksi Internet, murid dan tenaga pengajar bisa mendapatkan konten pendidikan baik berupa tulisan, suara ataupun video yang sama.

Tenaga pengajarpun dapat berbagi keahliannya. Tanpa dibatasi lokasi dan tanpa melakukan perjalanan, pengajar dapat “berdiri di depan kelas” di banyak lokasi sekaligus melalui tayangan video.

Hasil karya-karya para murid juga dapat diakses oleh murid lain di lain tempat. Sehingga proses berbagi referensi berjalan lebih cepat dan luas.

Yang lebih menyenangkan, proses belajar mengajar tidak berhenti di kelas saja. Di luar dinding kelas, konten pendidikan masih dapat diakses, kemudian didiskusikan dengan murid dan pengajar secara online. Karena itu Internet memungkinkan Kelas Tanpa Batas.

Dengan kemampuannya ,Internet memberikan keuntungan lebih banyak di area pendidikan. Internet dapat mendorong siswa dan guru untuk mengubah pola belajar yang sebelumnya lebih terkonsentrasi di dalam kelas serta memberikan jalan mendapatkan informasi tambahan selain dari buku saja. Pada akhirnya setiap individu memiliki kebebasan untuk mengembangkan pengetahuannya tanpa batasan fisik.

By Irfan Setiaputra on January 17th, 2008 | 14 comments »

Selamat Tahun Baru 2008

Di awal tahun baru ini, kita disambut dengan harga minyak yang menyentuh $100 per barel. Tentu harga yang meroket naik ini akan memberikan banyak efek, termasuk yang sudah pasti kenaikan harga bensin dan berlanjut menimbulkan efek domino. Yang paling akan terkena dampaknya adalah biaya transportasi.

Walau begitu, kita harus menyambut 2008 dengan rasa optimis. Banyak kiat yang bisa kita lakukan.

Komunitas Bike to Work adalah contoh yang layak diangkat. Berangkat bekerja dengan mengendara sepeda sehingga sekalian olah raga, mengurangi polusi, dan mengurangi biaya bensin.

Lainnya adalah gaya hidup bekerja di mana saja dan kapan saja. Tetap produktif menggunakan fasilitas yang ada, tanpa banyak melakukan perjalanan yang tidak perlu.

Siap menghadapi 2008 yang penuh tantangan?

By Irfan Setiaputra on January 3rd, 2008 | 5 comments »

Legal Disclaimer
Some of the individuals posting to this site, including the moderators, work for Cisco Systems. Opinions expressed here and in any corresponding comments are the personal opinions of the original authors, not of Cisco. The content is provided for informational purposes only and is not meant to be an endorsement or representation by Cisco or any other party. This site is available to the public. No information you consider confidential should be posted to this site. By posting you agree to be solely responsible for the content of all information you contribute, link to, or otherwise upload to the Website and release Cisco from any liability related to your use of the Website. You also grant to Cisco a worldwide, perpetual, irrevocable, royalty-free and fully-paid, transferable (including rights to sublicense) right to exercise all copyright, publicity, and moral rights with respect to any original content you provide. The comments are moderated. Comments will appear as soon as they are approved by the moderator.

© 1992-2007 Cisco Systems, Inc. All rights reserved.