Irfan Setiaputra

toward human networking

Gelombang Baru Internet, Keluar dari Lingkaran Ayam-Telur

Sekarang ini, jika telepon genggam tertinggal di rumah maka muncul rasa setengah jiwa tertinggal di rumah karena nomor telepon bergerak sudah menjadi identitas seseorang. Ditambah dengan rasa gelisah, karena merasa sulit berkomunikasi seperti kehilangan kontak dengan dunia.

Sementara untuk Internet, rasa kehilangan seperti ini belum banyak muncul di Indonesia. Hanya sebagian kecil masyarakat yang merasa gelisah jika sehari saja tidak masuk ke jagat maya.

Tetapi rasa kehilangan tersebut tiba-tiba muncul saat sambungan Internet ke luar negeri terputus karena gempa yang terjadi di Taiwan pada akhir tahun lalu.

Untuk sementara waktu, kegiatan seperti memeriksa email, menjelajah web, update blog, transaksi keuangan terhenti. Komunikasi instan yang menghubungkan dari Sabang sampai Merauke, dan dari Indonesia ke luar negeri terputus seketika.

Bagi perusahaan yang memiliki infrastruktur Internet redundant, mereka dapat sesegara mungkin menjalankan backup routingnya, sehingga gangguan ini dapat segera teratasi. Tapi masih banyak yang menderita dalam jangka waktu lebih panjang.Pada saat itu, betapa dunia terasa sepi tanpa Internet.

Kolaborasi

Kejadian ini memperlihatkan bahwa sebenarnya tingkat penerimaan publik di Indonesia terhadap Internet sudah cukup nyata.

Internet telah menjalin human network, penghubung antar manusia untuk berkomunikasi dengan cara lebih cepat dan efektif, tidak sekedar menghubungkan perangkat saja. Kelebihan ini memberikan potensi bagi masing-masing individu, tanpa dibatasi ruang, waktu sekaligus tanpa melihat perangkat yang dipakai..

Publik Tanah Air ini termasuk tanggap dengan pemanfaatan Internet, terutama sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan khalayak lebih luas. Terjadi peningkatan setiap tahunnya terhadap penggunaan Unified Communications, yang menyatukan sarana komunikasi data, suara dan video, di perkantoran. Majalah BusinessWeek juga mencatat Jakarta sebagai salah satu kota di dunia dengan aktifitas blog paling aktif.

Ditambah lagi dengan peningkatan jumlah tenaga kerja, wiraswastawan dan usaha rumahan yang mengandalkan Internet untuk menjalankan bisnisnya, sehingga cukup bekerja di rumah atau di area yang dipayungi hotspot, menjaga agar produktifitas tetap berjalan.

Daftar pemanfaatan Internet semakin panjang seperti dengan berderetnya musisi yang menjajakan lagunya secara online, kreatifitas grafis dan toko virtual.

Fenomena human network yang sudah terjadi di tengah kita, dimantapkan dengan peningkatan kemampuan berkolaborasi. Kemampuan yang belum pernah terjadi sebelum munculnya Internet.

Di tingkatan individu, masalah apapun dapat dikemukakan di web dan selanjutnya semua orang di seluruh dunia dapat memberikan bantuan. Sedangkan di tingkatan korporasi, tenaga kerja, kantor-kantor, supplier, dan para pelanggan yang tersebar di berbagai lokasi dan berada di wilayah waktu berbeda, dapat tergabung di dunia virtual yang mendekatkan mereka semua untuk saling berinteraksi.

Ayam atau Telur

Di suatu titik, persaingan tarif Internet di Indonesia belum semeriah kompetisi tarif di area seluler. Acapkali terjadi diskusi panjang mengenai sebab Internet belum melaju pesat di sini. Penyedia jasa Internet harus memperhitungkan sambungan ke luar negeri, di mana pelanggan memang masih banyak mengakses situs yang lokasinya berada di luar negeri karena konten di Indonesia masih kurang banyak.

Setelah itu masih ada pertanyaan tambahan, apakah perumahan dan perseorang sudah memiliki jumlah komputer atau piranti lain yang cukup untuk menikmati keuntungan yang diberikan Internet. Dan pertanyaan lain juga timbul, seperti seberapa banyak yang sudah terbuka pikirannya mengenai manfaat Internet.

Pertanyaan yang terus muncul ini memperlihatkan bisnis Internet di Indonesia seperti menunggu jawaban atas mana yang terlebih dulu, ayam atau telur.

Jika dilihat lebih jeli, usaha-usaha pencarian dan perjuangan pemanfaatan Internet di Indonesia cukup mencengangkan. Di situs dan forum online terjadi diskusi berkelanjutan membicarakan mengenai penyedia Internet mana yang memberikan bandwidth dengan tarif yang sepadan.

Mengkaji fenomena human network di Indonesia, First Media mengambil langkah untuk menyerap pasar luas ini. Dalam beberapa hari terakhir, tawaran pilihan pita lebar tanpa pembatasan ini menjadi topik hangat dalan berbagai forum diskusi virtual. Diskusi panjang terus berlanjut karena mereka bertukar informasi dari pengalaman mendaftarkan diri sampai mengukur kecepatannya.

Sebelumnya First Media adalah perusahaan yang menyediakan layanan televisi berbayar, dan akses Internet kabel hanyalah salah satu fitur layananannya. Sekarang ini posisinya sudah berbalik. Internet kabel memegang posisi utama dan televisi berbayar adalah layanan nilai tambah.

Posisi ini menjadi menarik karena dari satu kabel yang masuk ke rumah, beragam layanan dapat disalurkan nantinya. Secara teknis, dengan bandwidth dan quality of services (QoS) Internet yang memadai, pelanggan akan dapat menikmati teleponi suara dan video sampai televisi berdefinisi tinggi.

Momentum

Inisiatif First Media diharapkan menimbulkan gairah baru Internet di Indonesia, baik dari sisi bisnis maupun pelanggan. Setelah gelembung Internet meredup di dekade silam, penyedia jasa Internet di Indonesia kembali melakukan perhitungan bisnis untuk meramaikan persaingan, pelanggan mendapatkan keuntungan dari kompetisi antar provider sekaligus semakin mendalami manfaat Internet, serta tidak ketinggalan penyedia konten memenuhi bandwidth dalam negeri yang selama ini belum mencapai kapasitas maksimumnya.

Dalam Finacial Analyst Conference 2007 yang baru-baru ini diadakan oleh Cisco, dalam pidatonya, chairman dan CEO Cisco, John Chambers mengemukakan bahwa tahapan kedua evolusi Internet akan segera meluncur. Perubahan ini didorong oleh kemampuan Internet memungkinkan kolaborasi dengan lebih banyak individu, instansi dan negara, secara lebih cepat dan terorganisasi.

Singkatnya, cara-cara baru untuk mengembangkan diri semakin terbuka. Semua pihak harus bersiap untuk berinovasi secara berkelanjutan sejalan dengan inovasi yang bisa diberikan oleh Internet.

Seperti terjadi di negara-negara lain, Internet telah membantu untuk mendorong tingkat ekonomi ke yang lebih tinggi. Ini menjadi momentum bagi Indonesia yang sayang untuk dilewatkan. First Media telah memecah telurnya.

Tulisan ini sudah dimuat di harian Kompas, 10 September 2007.

By Irfan Setiaputra on September 17th, 2007 |

There are 33 comments for “Gelombang Baru Internet, Keluar dari Lingkaran Ayam-Telur”. Add yours

  1. Amir Karimuddin

    Saya sudah melihat kinerja awal First Media yang nampaknya sesuai dengan apa yang dijanjikan. Tapi karena ini layanan baru (tapi lama), nampaknya perlu wait n see sampe bener2 proven.

    Meskipun demikian salut juga untuk dedikasi First Media, semoga ke depannya kita tidak kalah, at least dengan negara tetangga, dalam memberikan layanan Internet yang reliable, cepat, dan terjangkau.

    September 17th, 2007 at 12:04 pm

  2. Farel

    Iyah pak, First Media termasuk pendobrak dengan

    tarif segitu berani kasih unlimited. Tapi sayang

    coverage areanya belum sampai ke daerah tempat

    tinggal saya, alhasil masih menggantungkan

    kehidupan dunia maya pada Speedy, dengan tarif

    yang stabil tapi bandwidth turun naik

    hiks…hiks..

    Review dong siapa pun yang udah pake First Media

    ini, apakah stabil bandwidthnya dan apakah

    sering RTO. Mudah2an penetrasi First Media makin

    cepat, makin banyak pengguna internet ya pak ??

    Kira-kira kalau main forex gitu dari rumah

    bandwidthnya dah cukup belum ya pak ??

    September 17th, 2007 at 12:23 pm

  3. Irfan Setiaputra

    Nah itu masalahnya. Kita ini satu keluarga, pengemar speedy karena first media juga belum sampai.

    September 17th, 2007 at 3:02 pm

  4. Blog Strategi Bisnis

    Tulisan yang inspiratif Mas Irfan. Ya, semoga kali ini Lippo bisa benar-benar serius membesarkan FirstMedia. Saya sendiri menaruh harapan besar pada mereka (semoga harapan saya tidak meleset, mengingat reputasi Lippo selama ini agak kurang kinclong).

    September 17th, 2007 at 3:58 pm

  5. Dharmady

    Ucapan selamat patut diberikan kepada Fastnet.

    Tapi bagaimana kualitas nya setelah bbrp bulan patut dipertanyakan.
    Saya khawatir kalau pelanggan nya sudah mem-bludak, speed nya bakal turun jauh.

    Lagipula ISP d indonesia selalu menggunakan kata “up to”
    ini dia yg bikin hati ketar ketir
    up to 384, tapi bisa juga speed nya 3 ato bahkan 0 (kalau lagi down) haha

    September 17th, 2007 at 11:01 pm

  6. adzim

    Iya Pak masih banyak kendala nih, untuk mencapai angan-angan dan cita-cita ini, rasanya kita butuh Pimpinan seperti bapak untuk menyelesaikan kendala ….he he he

    September 18th, 2007 at 7:03 am

  7. Irfan Setiaputra

    Hahaha….tahukan anda bahwa saya pernah bekerja di Linknet….( kalau ada ingin mencantumkan soal reputasi).
    Kalau liat team yang ada sekarang di first Media, dan ngobrol2 dengan mereka soal rencana kedepannya..kayaknya serius tuh ….kalau nggak bisa dibilang SANGAT serius..

    September 18th, 2007 at 10:30 am

  8. ZA

    Mas Irfan,

    Dahulu tahun 2000 saya pernah merekomendasikan Linknet kepada pimpinan kantor saya sebagai penyedia internet, hal tsb saya lakukan karena iklan Linknet yang begitu menarik, namun setelah beberapa lama berlangganan mulai timbul masalah dengan mutu koneksinya.

    Apakah hal tsb akan terjadi pula pada FirstMedia(FM) yang mana kedua ada dibawah payung yg sama dg tidak melupakan corporate culture yang mungkin berubah.

    Dengan demikian murahnya layanan FM, apakah hal tersebut dapat dilayani didapurnya, apakah link internationalnya dapat dijamin memuaskan, jangan2 link intl nya dicekik sedangkan IIX nya diperbesar utk menarik para pelanggan baru, jika ini yg terjadi maka akan menjadi time bomb saja bagi FM, mengingat kita lbh banyak akses ke content luar drpd content dalam negeri yang masih belum banyak.

    Gebrakan FM ini memang konon ampuh sehingga banyak individual customer yg sebelumnya berlangganan internet ke Kabelvision yg bekerja sama dg ISP tertentu men-terminate berlangganannya kepada ISP partner dr Kabelvision tsb(skr FM).

    September 18th, 2007 at 3:51 pm

  9. Ollie

    Saya lagi berusaha daftar nih, animonya besar sekali (saya lihat di Jakarta mobil FirstMedia seliweran) sampai kata customer servicenya “nggak janji” dalam 7 hari sejak mendaftar bisa dipasang (seperti seharusnya) :D Tapi karena sangat menggiurkan (768 Kbps unlimited with very reasonable price), tentu saja akan saya tunggu sampai kapan pun…

    September 18th, 2007 at 7:20 pm

  10. afit

    bahkan lebih sulit dari fenomena ayam telur lho pak…karena ya itu tadi…sulit ketika kita berbicara teknologi di negara yang sedang berkembang :D

    September 19th, 2007 at 5:14 pm

  11. Irfan Setiaputra

    ZA,
    Saya yakin pengalaman LInknet nggak akan terulang lagi, namun adalah selalu positif kalau teman2 di FM selalu diberikan masukan mengenai performance FM pada sisi pemakainya.
    Ollie, kayaknya KKN bisa manjur nih. Anda pelanggan Kablevision sebelumnya ? Punya nomer langganan ? Nanti bisa ssaya share ke temen@ di FM untuk minta dipercepat…

    September 22nd, 2007 at 11:21 am

  12. adith

    sedihnya yg tinggal di daerah………….

    ayo pada beli franchaisenya trus bikin di daerah ya…. jateng & diy deh….

    info franchaisenya mahal banget….

    September 23rd, 2007 at 3:12 pm

  13. Amir Karimuddin

    coba liat review First Media. Contoh yang sesuai dengan janjinya.

    September 24th, 2007 at 4:42 pm

  14. Farel

    Wele2… ngiler mode on..

    Mudah2an penetrasi First Media makin cepet..

    Beneran 740 kb/s

    September 26th, 2007 at 2:56 pm

  15. Irfan Setiaputra

    iya nih…kita di daerah pinggiran juga masih mesti menunggu

    September 27th, 2007 at 7:51 am

  16. imcw

    saya di denpasar bali saat ini belum ada internet murah yang terjangkau…saat ini saya menggunakan xl unlimited gprs…

    September 30th, 2007 at 1:07 pm

  17. Irfan Setiaputra

    Wah ….first media mesti melongok tuh kesana

    October 1st, 2007 at 1:54 pm

  18. Felix

    Boleh juga memang FirstMedia, akhirnya saya pindah dari Speedy (Punishment dr Speedy terlalu kejam, kalau kita pakai lewat dari quota, alias mahal bener). Tapi agak heran juga dengan peraturan FirstMedia yang tidak membolehkan utk share internet via Wifi (Utk Notebook ktr yg kadang2 di bawa pulang ke rmh)dgn PC anak2 di rumah, padahal kita bisa beli Bandwidth yg tinggi. Semoga biaya internet semakin murah, sehingga semakin banyak orang bisa akses internet…

    October 3rd, 2007 at 2:18 pm

  19. Hedwig™

    Halo Mas Aya.. apa khabar

    Beberapa rekan mulai “kesal” dengan layanan FM, karena proses installasi yang berlarut-larut (ada yang sudah 2 minggu masih belum dilayani).
    Dan karena jaringan FM belum sampek ke Depok (sama seperti daerah terpencil).

    salam
    /hedwigus/

    October 4th, 2007 at 9:14 am

  20. Irfan Setiaputra

    Felix,
    Masak sih ? Saya cek deh ke temen2 Frist Media mengenai aturan ini ….

    October 4th, 2007 at 6:34 pm

  21. budiw

    iya, sayang di surabaya belum siap. dan ternyata di daerah saya juga belum tercover kabelnya.. hiks.

    –budiw

    October 5th, 2007 at 10:54 am

  22. Irfan Setiaputra

    Gosipnya mau ke Surabaya juga….tapi itu gosip lho

    October 5th, 2007 at 10:07 pm

  23. Irfan Setiaputra

    Gosipnya sih Surabaya juga akan masuk. Tapi ini Gosip lho.
    Felix dan Hedwig…sudah saya sampaikan complainnya ke temen2 First Media.

    October 6th, 2007 at 11:18 am

  24. linux newbie

    Ya, semakin banyak provider semakin asyik
    Yang enak ya customer…..
    siiip…
    Sayang belom nyampe FM ke sini.

    October 6th, 2007 at 4:54 pm

  25. Irfan Setiaputra

    Temans,
    Bicara2 sama kawan-kawan di First Media, soal wireless. Pada dasarnya mereka mencoba menghindari bahwa akses internetnya di jual lagi ke lingkungan sekitar atau dijadikan bisnis baru. Kalau untuk penggunaan pribadi keliatannya mereka coba mengerti… Mereka memonitor terus tuh utilisasi, sehingga bisa mendeteksi apakah internetnya disalahgunakan dalam bentuk ‘resale’.
    Ngomong2….saat ini backlog instalasi First Media sudah sangat tinggi, kalau ada yang berminat untuk bantu mereka mempercepat instalasi dengan menjadi rekanan mereka sangat terbuka. Di training pula ….

    October 17th, 2007 at 11:54 am

  26. Adi

    Saya senang dengan adanya tarif internet murah dari Fastnet. Keberanian mereka untuk mendobrak pasar patut diacungi jempol.

    Namun saya khawatir, Telkom akan mengadukan Fastnet ke pemerintah dengan alasan persaingan tidak sehat atau lain-lain. Bukankah selama ini mahal nya tarif memang disebabkan oleh monopoli mereka ?

    Moga2 saja hal tersebut tidak terjadi.

    October 19th, 2007 at 11:05 am

  27. Irfan Setiaputra

    Bung Adi,
    Rasanya koq kekhawatiran anda agak berlebihan. Telkom sekarang menurut pandangan saya jauh lebih positif melihat persaingan dan urusan Fastnet kelihatannya akan ditanggapi dengan kemungkinan bentuk ‘perlawanan’ yang jauh lebih sehat dan berdampak positif buat kita.
    Jangan-jangan TELKOM malah nanti akan mengeluarkan produk baru dengan fasilitas yang lebih baik dengan harga lebih murah…Kita doakan saja….
    Tetapi kalau kekhawatiran anda terjadi, rasanya sebagai komunitas internet kita perlu mengingatkan teman-teman di TELKOM bahwa pangsa pasar pengguna internet itu besar sekali, jauh lebih besar dari jumlah pengguna FASTNET yang jangkauannya masih terbatas.
    Yang saya secara pribadi berharap adalah bahwa inisiatif Fastnet ini dapat di contek teman-teman lain di kota lain. Terbukti dengan harga 99rb atau sekitar $11 per bulan, yang ngantri mendaftar sudah ribuan.

    October 23rd, 2007 at 3:21 pm

  28. Rizki

    Mudah2an murah yang tidak murahan. dan saya harapkan coverage area diperluas apalagi jakarta. daerah saya dekat dg jalur area yg ada.

    October 31st, 2007 at 9:42 pm

  29. Irfan Setiaputra

    Daerah mana anda ? Kalau ada kesempatan tentu saja saya akan dengan senang hati informasikan ke temen2 di First Media. Siapa tau bisa diprioritaskan apalagi banyak yang berminat di daerah sekitar anda.

    November 5th, 2007 at 11:46 am

  30. Amir Karimuddin

    Pak Irfan, kompleks saya di Taman Berdikari Sentosa - Rawamangun sudah dikuasai telkomvision (walau kayaknya ga ada yang pake), jadinya First Media ga bisa masuk. Apa bisa diinformasikan ke teman-teman bapak? Siapa tau mendapatkan kabar baik :)

    Terima kasih.

    November 15th, 2007 at 2:12 pm

  31. Wayne

    Kapan dunk nyampe di Bali…. kapan, kapan, kapan ?????

    November 24th, 2007 at 5:15 pm

  32. Irfan Setiaputra

    Bukannya Kabelvision ?first Media sudah ada di sana… Setahu saya memang masih focus di Jakarta, tapi nanti saya cek deh kapan rencana masuk Bali. Juga rekan Amir, saya sudah bicara….belum ada feedback lagi tuh….

    November 27th, 2007 at 12:39 pm

  33. adit

    kalo sy tanpa hape masih bisa idup, soalnya udah 2 bulan ini gak dipake, plus seminggu yg lalu no-nya expired

    tapi kalo tanpa inet ?…. waaah susah, bulan ini saja sy memutuskan untuk memsang inet di rumah ketimbang membeli hape baru he he

    January 4th, 2008 at 3:26 pm

Post a comment

Comment RSS 2.0Trackback URI.

Legal Disclaimer
Some of the individuals posting to this site, including the moderators, work for Cisco Systems. Opinions expressed here and in any corresponding comments are the personal opinions of the original authors, not of Cisco. The content is provided for informational purposes only and is not meant to be an endorsement or representation by Cisco or any other party. This site is available to the public. No information you consider confidential should be posted to this site. By posting you agree to be solely responsible for the content of all information you contribute, link to, or otherwise upload to the Website and release Cisco from any liability related to your use of the Website. You also grant to Cisco a worldwide, perpetual, irrevocable, royalty-free and fully-paid, transferable (including rights to sublicense) right to exercise all copyright, publicity, and moral rights with respect to any original content you provide. The comments are moderated. Comments will appear as soon as they are approved by the moderator.

© 1992-2007 Cisco Systems, Inc. All rights reserved.