<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bekerja Dalam Jarak &#8220;Dekat&#8221;</title>
	<atom:link href="http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/</link>
	<description>toward human networking</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:40:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Kiki Ahmadi</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-240</link>
		<dc:creator>Kiki Ahmadi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 00:55:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-240</guid>
		<description>jika dianalogikan Instant Messaging adalah senjata..

Kenapa senjatanya yang dilarang ya pak? kok gak orangnya yang di displinkan dalam penggunaan senjata..

Hmppffhhh *sigh*..
salam kenal pak..semoga tetap semangat dalam menulis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika dianalogikan Instant Messaging adalah senjata..</p>
<p>Kenapa senjatanya yang dilarang ya pak? kok gak orangnya yang di displinkan dalam penggunaan senjata..</p>
<p>Hmppffhhh *sigh*..<br />
salam kenal pak..semoga tetap semangat dalam menulis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mangoen</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-200</link>
		<dc:creator>Mangoen</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 05:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-200</guid>
		<description>Memang trend perkantoran akan berubah ke arah home office. Dan Indonesia sedang (telah) menuju ke arah itu. apalagi di trigger dengan kemacetan di Jakarta seperti saat ini.

Namun juga betul yang dikatakan oleh rekan di atas, bahwa hubungan sosial keluarga akan terganggu. dan betul juga yang dikatakan pak Irfan, bahwa itu hanya masalah disiplin pengaturan waktu.

Dari kedua masalah itu, yang saya lihat, di Amerika, yang sudah lebih dulu berada di teknologi home office, mereka justru merasa makin kehilangan hubungan sosialnya... dan berusaha kembali ke model perkantoran biasa (yg tentunya juga tetap dibantu oleh teknologi informasi yang modern) .. artinya, apakah kita harus melalui tahap yang sama seperti mereka, yaitu kehilangan hubungan sosial dulu? -- suami istri di rumah .. bekerja... anak merengek... tp karena sedang "bekerja" anak di marahi... sementara si anak bingung... ujudnya ada, tp kok ngga available.. dll, dstnya...)

Kembali ke masalah home office tadi, ada satu masalah yang masih belum banyak dibicarakan, yaitu masalah keamanan .. terutama data/dokumen perusahaan.... 

saya melihat masih banyak pegawai/staf yang belum menyadari untung ruginya kebocoran data perusahaan... 

sumber kebocoran terbesar dan termudah justru email dan messenger.. (misalnya kita ngobrol di messenger.. apa kita betul2 tau bahwa kita bicara dengan orang yang benar (sangat memungkinkan messenger online dan digunakan oleh orang lain... -- jangan melihat dr sisi Atasan saja, yang ruangan dan akses komputernya tersendiri.) --belum lagi masalah security komputernya sendiri.. dari yg namanya virus, spam dll.. masalah simple tp real ...

Jadi saya masih melihat masalah sosial dan budaya yang ada di Indonesia.. mungkin akan menghambat lancarnya home office... kecuali kalau kita memang mau mengabdikan diri kita pd pekerjaan... (tidak semua orang akan cepat menyadari "side effect" terhadap kehidupan sosialnya.. mereka hanya merasa modern dan hebat, bahwa bisa bekerja dimana/dari manapun)

Maaf.. itu cuma pendapat saya dan apa yang saya lihat... mudah2an, bisa jadi bahan diskusi dalam mengembangkan teknologi internet dan kaitannya nanti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang trend perkantoran akan berubah ke arah home office. Dan Indonesia sedang (telah) menuju ke arah itu. apalagi di trigger dengan kemacetan di Jakarta seperti saat ini.</p>
<p>Namun juga betul yang dikatakan oleh rekan di atas, bahwa hubungan sosial keluarga akan terganggu. dan betul juga yang dikatakan pak Irfan, bahwa itu hanya masalah disiplin pengaturan waktu.</p>
<p>Dari kedua masalah itu, yang saya lihat, di Amerika, yang sudah lebih dulu berada di teknologi home office, mereka justru merasa makin kehilangan hubungan sosialnya&#8230; dan berusaha kembali ke model perkantoran biasa (yg tentunya juga tetap dibantu oleh teknologi informasi yang modern) .. artinya, apakah kita harus melalui tahap yang sama seperti mereka, yaitu kehilangan hubungan sosial dulu? &#8212; suami istri di rumah .. bekerja&#8230; anak merengek&#8230; tp karena sedang &#8220;bekerja&#8221; anak di marahi&#8230; sementara si anak bingung&#8230; ujudnya ada, tp kok ngga available.. dll, dstnya&#8230;)</p>
<p>Kembali ke masalah home office tadi, ada satu masalah yang masih belum banyak dibicarakan, yaitu masalah keamanan .. terutama data/dokumen perusahaan&#8230;. </p>
<p>saya melihat masih banyak pegawai/staf yang belum menyadari untung ruginya kebocoran data perusahaan&#8230; </p>
<p>sumber kebocoran terbesar dan termudah justru email dan messenger.. (misalnya kita ngobrol di messenger.. apa kita betul2 tau bahwa kita bicara dengan orang yang benar (sangat memungkinkan messenger online dan digunakan oleh orang lain&#8230; &#8212; jangan melihat dr sisi Atasan saja, yang ruangan dan akses komputernya tersendiri.) &#8211;belum lagi masalah security komputernya sendiri.. dari yg namanya virus, spam dll.. masalah simple tp real &#8230;</p>
<p>Jadi saya masih melihat masalah sosial dan budaya yang ada di Indonesia.. mungkin akan menghambat lancarnya home office&#8230; kecuali kalau kita memang mau mengabdikan diri kita pd pekerjaan&#8230; (tidak semua orang akan cepat menyadari &#8220;side effect&#8221; terhadap kehidupan sosialnya.. mereka hanya merasa modern dan hebat, bahwa bisa bekerja dimana/dari manapun)</p>
<p>Maaf.. itu cuma pendapat saya dan apa yang saya lihat&#8230; mudah2an, bisa jadi bahan diskusi dalam mengembangkan teknologi internet dan kaitannya nanti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ivana Devi</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-186</link>
		<dc:creator>Ivana Devi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 14:03:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-186</guid>
		<description>Pak Irfan..
Sy juga setuju IM dan Email is the most easy tools to be connected with my partners and customers. Saat ini belum pake gadget yang canggih such as BlackBerry ato E61 ^^ soalnya biasanya yang canggih tampilannya biasa aja. Karena saya suka yang trendi buat cewe, saya pake Z610i belum symbian si, masih java application, tapi saya pake aplikasi yang membantu,  ebuddy messanger dan Morange buat pushmail nya. So far sangat membantu klo saya lagi tidak di kantor tapi butuh access email dan IM. Jadi sambil macet2 di jalan, bisa tetep kerja..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Irfan..<br />
Sy juga setuju IM dan Email is the most easy tools to be connected with my partners and customers. Saat ini belum pake gadget yang canggih such as BlackBerry ato E61 ^^ soalnya biasanya yang canggih tampilannya biasa aja. Karena saya suka yang trendi buat cewe, saya pake Z610i belum symbian si, masih java application, tapi saya pake aplikasi yang membantu,  ebuddy messanger dan Morange buat pushmail nya. So far sangat membantu klo saya lagi tidak di kantor tapi butuh access email dan IM. Jadi sambil macet2 di jalan, bisa tetep kerja..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nukman Luthfie</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-177</link>
		<dc:creator>Nukman Luthfie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 08:18:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-177</guid>
		<description>Banyak perusahaan yang masih mengharamkan fasilitas chat di kantor karena alasan produktifitas kerja, security serta biaya. Namun di kantor saya, chat bebas dipakai.
Saya bisa mengibaratkan chat sebagai pisau. Benda tajam ini bisa mencelakan, bisa pula bermanfaat. Amat sayang kalau kemudian pisau tidak dipakai hanya karena ada efek negatifnya. Sama saja, amat sayang kalau chat tidak bisa digunakan di perusahaan karena melihat sisi efek negatifnya saja, karena efek positifnya juga banyak.

http://www.virtual.co.id/blog/?p=302</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak perusahaan yang masih mengharamkan fasilitas chat di kantor karena alasan produktifitas kerja, security serta biaya. Namun di kantor saya, chat bebas dipakai.<br />
Saya bisa mengibaratkan chat sebagai pisau. Benda tajam ini bisa mencelakan, bisa pula bermanfaat. Amat sayang kalau kemudian pisau tidak dipakai hanya karena ada efek negatifnya. Sama saja, amat sayang kalau chat tidak bisa digunakan di perusahaan karena melihat sisi efek negatifnya saja, karena efek positifnya juga banyak.</p>
<p><a href="http://www.virtual.co.id/blog/?p=302" rel="nofollow">http://www.virtual.co.id/blog/?p=302</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan Setiaputra</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-162</link>
		<dc:creator>Irfan Setiaputra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 08:26:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-162</guid>
		<description>Hanny,
Betul sekali pandangan anda. Secara pribadi saya sendiri sering terjabak untuk hampir setiap saat mengecek email yang masuk , menjawab email, dan membuka laptop di manapun akses tersedia. Ujung-ujungnya memang masalah disiplin dari setiap individu untuk menggunakan teknologi secara tepat waktu dan ruang. 
Strategynya bisa bermacam-macam. Beberapa teman saya memanfaatkan teknologi ini di rumah hanya pada saat tengah malam setelah keluarga sudah lelap, di mana waktu sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk keluarga dan melakukan aktifitas lainnya.
Ini masalah perubahan kultur. Pelan-pelan setiap individu akan punya cara sendiri menyingkapinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanny,<br />
Betul sekali pandangan anda. Secara pribadi saya sendiri sering terjabak untuk hampir setiap saat mengecek email yang masuk , menjawab email, dan membuka laptop di manapun akses tersedia. Ujung-ujungnya memang masalah disiplin dari setiap individu untuk menggunakan teknologi secara tepat waktu dan ruang.<br />
Strategynya bisa bermacam-macam. Beberapa teman saya memanfaatkan teknologi ini di rumah hanya pada saat tengah malam setelah keluarga sudah lelap, di mana waktu sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk keluarga dan melakukan aktifitas lainnya.<br />
Ini masalah perubahan kultur. Pelan-pelan setiap individu akan punya cara sendiri menyingkapinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanny</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-154</link>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 02:20:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-154</guid>
		<description>Hallo, saya mengunjungi blog ini setelah membaca resensi yang ditulis Robert Adhi KSP di blog beliau. 

Virtual office sendiri menurut saya memang bisa menjadi solusi terutama di kota metropolitan seperti Jakarta--di mana terkadang kita tidak dapat 'bekerja' hanya karena tengah terjebak di tengah kemacetan; dan hanya bisa menghadiri 2-3 meeting dalam sehari dengan alasan yang sama.

Tetapi apakah dengan perkembangan teknologi yang sedemikian itu seseorang bisa punya lebih banyak waktu untuk melakukan interaksi sosial antar pribadi, berkontemplasi, meluangkan waktu bersama keluarga serta orang-orang yang dicintai, dan meningkatkan kualitas hidup? 

Ataukah karena akses yang tersedia 24/7 mereka hanya akan memiliki lebih banyak waktu untuk (lagi-lagi) bekerja, bekerja, dan bekerja--kemudian melupakan yang lainnya?

Hmm, masalah itu saya rasa harus kita kembalikan pada pengguna teknologinya masing-masing untuk menjawabnya :) 

Salam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo, saya mengunjungi blog ini setelah membaca resensi yang ditulis Robert Adhi KSP di blog beliau. </p>
<p>Virtual office sendiri menurut saya memang bisa menjadi solusi terutama di kota metropolitan seperti Jakarta&#8211;di mana terkadang kita tidak dapat &#8216;bekerja&#8217; hanya karena tengah terjebak di tengah kemacetan; dan hanya bisa menghadiri 2-3 meeting dalam sehari dengan alasan yang sama.</p>
<p>Tetapi apakah dengan perkembangan teknologi yang sedemikian itu seseorang bisa punya lebih banyak waktu untuk melakukan interaksi sosial antar pribadi, berkontemplasi, meluangkan waktu bersama keluarga serta orang-orang yang dicintai, dan meningkatkan kualitas hidup? </p>
<p>Ataukah karena akses yang tersedia 24/7 mereka hanya akan memiliki lebih banyak waktu untuk (lagi-lagi) bekerja, bekerja, dan bekerja&#8211;kemudian melupakan yang lainnya?</p>
<p>Hmm, masalah itu saya rasa harus kita kembalikan pada pengguna teknologinya masing-masing untuk menjawabnya :) </p>
<p>Salam!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Djunaedi</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-153</link>
		<dc:creator>Djunaedi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 01:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-153</guid>
		<description>Kalau bekerja telecommuting kendalanya adalah gangguan jika dilakukan di rumah, biasalah gangguan dari anak terutama. Cuma keuntunggannya, hemat waktu banget terutama kalau rumahnya jauh di pinggir kota.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau bekerja telecommuting kendalanya adalah gangguan jika dilakukan di rumah, biasalah gangguan dari anak terutama. Cuma keuntunggannya, hemat waktu banget terutama kalau rumahnya jauh di pinggir kota.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amir Karimuddin</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-152</link>
		<dc:creator>Amir Karimuddin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 17:06:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-152</guid>
		<description>Saya dengar IBM Indonesia yang pernah mencoba telecommuting ini ternyata kembali pada ide bekerja di kantor. Banyak sekali halangan saat berada di rumah, misalnya kegiatan rumah tangga dan keluarga. Apakah waktu diterapkannya telecommuting ini bapak masih di IBM? Bagaimana pendapat Bapak tentang halangan-halangan semacam ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dengar IBM Indonesia yang pernah mencoba telecommuting ini ternyata kembali pada ide bekerja di kantor. Banyak sekali halangan saat berada di rumah, misalnya kegiatan rumah tangga dan keluarga. Apakah waktu diterapkannya telecommuting ini bapak masih di IBM? Bagaimana pendapat Bapak tentang halangan-halangan semacam ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan Setiaputra</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-151</link>
		<dc:creator>Irfan Setiaputra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 15:11:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-151</guid>
		<description>Hedwig,
Mudah2an kalau tidak ada halangan Cisco Express akan hadir di Indonesia awal tahun depan dan rencananya kita akan bawa keliling Jawa..
Disamping itu kita berencana untuk membuat model Cisco Express yang lebih 'compact' supaya bisa digunakan untuk keperluan darurat seperti membantu penanganan bencana alam. Doakan saja tidak ada aral melintang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hedwig,<br />
Mudah2an kalau tidak ada halangan Cisco Express akan hadir di Indonesia awal tahun depan dan rencananya kita akan bawa keliling Jawa..<br />
Disamping itu kita berencana untuk membuat model Cisco Express yang lebih &#8216;compact&#8217; supaya bisa digunakan untuk keperluan darurat seperti membantu penanganan bencana alam. Doakan saja tidak ada aral melintang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hedwig™</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-150</link>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 08:32:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/#comment-150</guid>
		<description>Melihat foto Cisco Express di atas, jadi ingat dengan trailernya Samsat yang setiap minggu "ngetem" di lokasi-lokasi di Jakarta.

Mungkin bisa juga diterapkan untuk mobilitas dari layanan komputer jaringan. Jadi hari setiap hari berkantor di sekitar trailernya Cisco Express saja
he he he bisa dapat layanan internet, voip dan sebagainya 

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat foto Cisco Express di atas, jadi ingat dengan trailernya Samsat yang setiap minggu &#8220;ngetem&#8221; di lokasi-lokasi di Jakarta.</p>
<p>Mungkin bisa juga diterapkan untuk mobilitas dari layanan komputer jaringan. Jadi hari setiap hari berkantor di sekitar trailernya Cisco Express saja<br />
he he he bisa dapat layanan internet, voip dan sebagainya </p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
