<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Macet Lagi&#8230;</title>
	<atom:link href="http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/</link>
	<description>toward human networking</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 04:03:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Alex</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-374</link>
		<dc:creator>Alex</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 03:31:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-374</guid>
		<description>Kami sedang membangun jaringan kamera untuk menginformasikan kemacetan jakarta yang up-to-date di community website kami www.macetlagi.com

Kami mengharapkan partisipasi rekan-rekan?

Cheers,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kami sedang membangun jaringan kamera untuk menginformasikan kemacetan jakarta yang up-to-date di community website kami <a href="http://www.macetlagi.com" rel="nofollow">http://www.macetlagi.com</a></p>
<p>Kami mengharapkan partisipasi rekan-rekan?</p>
<p>Cheers,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: leonardi</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-198</link>
		<dc:creator>leonardi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 22:40:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-198</guid>
		<description>setuju sekali u/ mengurangi pergerakkan manusia yang tidak perlu, ada baiknya dibuat wadah / grup yang punya visi+misi yang sama sehingga lebih efektif begitu byk idea yang ada dikepala akan sulit direalize kalau dilakukan sendiri2x

dari pengalaman sy dlm melakukan bisnis IT; 98% client dari luar indonesia, hampir seluruh proses mulai dari marketing campaign, sales,akusisisi customer/client,consultancy / development,service delivery &#38; maintenance semua dilakukan secara remote + teleconference via voip / videoip

masih berharap infrastruktur jaringan internet di indonesia semakin baik+terjangkau, dgn demikian lebih banyak virtual services yang bisa dideliver via internet dan jgn lupa warnet yang begitu byk bisa diberdayakan menjadi telecommuting center dgn opensource solution e.g. ssl-vpn openvpn etc</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sekali u/ mengurangi pergerakkan manusia yang tidak perlu, ada baiknya dibuat wadah / grup yang punya visi+misi yang sama sehingga lebih efektif begitu byk idea yang ada dikepala akan sulit direalize kalau dilakukan sendiri2x</p>
<p>dari pengalaman sy dlm melakukan bisnis IT; 98% client dari luar indonesia, hampir seluruh proses mulai dari marketing campaign, sales,akusisisi customer/client,consultancy / development,service delivery &amp; maintenance semua dilakukan secara remote + teleconference via voip / videoip</p>
<p>masih berharap infrastruktur jaringan internet di indonesia semakin baik+terjangkau, dgn demikian lebih banyak virtual services yang bisa dideliver via internet dan jgn lupa warnet yang begitu byk bisa diberdayakan menjadi telecommuting center dgn opensource solution e.g. ssl-vpn openvpn etc</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan Setiaputra</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-182</link>
		<dc:creator>Irfan Setiaputra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 06:21:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-182</guid>
		<description>Saat ini saya dengan beberapa teman sedang menggodok beberapa inisiatif dan mensosialisakannya dengan beberapa pihak terkait mengenai ide mengurangi kemacetan. Idenya adalah bagaimana secara fundamental kita dapat berpartisipasi mengurangi pergerakan manusia yang secara de facto merupakan dasar dari kemacetan itu sendiri. Mobilisasi manusia adalah suatu konsekuensi dari revolusi industri maupun perubahan peradaban, yang menjadi masalah adalah bagaimana mengurangi pergerakan YANG TIDAK PERLU !! Sebagai contoh, perlukah kita datang ke bank untuk mengurusi aktifitas perbankan kita ? Apakah memang kita perlu ambil taport anak kita dan mendatangi sekolah secara langsung ? Apakah kita perlu datang ke kantor imigrasi (Jakarta Selatan ada di Wr Bundit bo...:-)) untuk pengurusan paspor,
Dalam diskusi saya dan bantuan teman-teman, ditemukan bahwa kemacetan itu ada di mana-mana dan juga sudah terjadi dari zaman Romawi, ketika kota Roma dimacetkan oleh pergerakan gerobak. Mengurangi kemacetan adalah pekerjaan besar, melibatkan banyak pihak, dan andaikan solusinya tidak menyelesaikan masalah fundamental, kemacetan akan selalu muncul dan mendahului kecepatan kita menyelesaikannya.
Idenya adalah mengurangi mobilisasi orang yang kurang efektif, meningkatkan frekuensi bekerja dari rumah atau remote work tanpa mengurangi interaksi sosial antar manusia, meminimalisasi investasi dari satu pihak (pemerintah) yang dalam jangka pendek menciptakan kemacetan baru, dan memanfaatkan teknologi terkini, dan tentu saja mampu menciptakan impak ekonommi secara langsung maupun tidak langsung.
Mimpi besar memang....tapi partisipasi kita semua dalam urusan ini memang sangat krusial. Ada beberapa solusi yang saya sendiri sudah laksanakan hanya semata2 untuk mengurangi mobilisasi saya yang tidak perlu, tapi tetap bisa berinteraksi dengan rekan kerja, teman-teman, dan juga keluarga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya dengan beberapa teman sedang menggodok beberapa inisiatif dan mensosialisakannya dengan beberapa pihak terkait mengenai ide mengurangi kemacetan. Idenya adalah bagaimana secara fundamental kita dapat berpartisipasi mengurangi pergerakan manusia yang secara de facto merupakan dasar dari kemacetan itu sendiri. Mobilisasi manusia adalah suatu konsekuensi dari revolusi industri maupun perubahan peradaban, yang menjadi masalah adalah bagaimana mengurangi pergerakan YANG TIDAK PERLU !! Sebagai contoh, perlukah kita datang ke bank untuk mengurusi aktifitas perbankan kita ? Apakah memang kita perlu ambil taport anak kita dan mendatangi sekolah secara langsung ? Apakah kita perlu datang ke kantor imigrasi (Jakarta Selatan ada di Wr Bundit bo&#8230;:-)) untuk pengurusan paspor,<br />
Dalam diskusi saya dan bantuan teman-teman, ditemukan bahwa kemacetan itu ada di mana-mana dan juga sudah terjadi dari zaman Romawi, ketika kota Roma dimacetkan oleh pergerakan gerobak. Mengurangi kemacetan adalah pekerjaan besar, melibatkan banyak pihak, dan andaikan solusinya tidak menyelesaikan masalah fundamental, kemacetan akan selalu muncul dan mendahului kecepatan kita menyelesaikannya.<br />
Idenya adalah mengurangi mobilisasi orang yang kurang efektif, meningkatkan frekuensi bekerja dari rumah atau remote work tanpa mengurangi interaksi sosial antar manusia, meminimalisasi investasi dari satu pihak (pemerintah) yang dalam jangka pendek menciptakan kemacetan baru, dan memanfaatkan teknologi terkini, dan tentu saja mampu menciptakan impak ekonommi secara langsung maupun tidak langsung.<br />
Mimpi besar memang&#8230;.tapi partisipasi kita semua dalam urusan ini memang sangat krusial. Ada beberapa solusi yang saya sendiri sudah laksanakan hanya semata2 untuk mengurangi mobilisasi saya yang tidak perlu, tapi tetap bisa berinteraksi dengan rekan kerja, teman-teman, dan juga keluarga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan Setiaputra</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-181</link>
		<dc:creator>Irfan Setiaputra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 04:51:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-181</guid>
		<description>Anthony,
Bertemu dengan rekan sekerja dalam kaitannya untuk kebutuhan interaksi menyelesaikan suatu perkerjaan memang kadang2 tidak tergantikan.. Yang kita bayangkan adalah perkerjaan2 yang tidak membutuhkan interaksi langsung yang bsa kita lakukan tanpa perlu bepergian. Berinteraksi sosial memang perlu kita pertahankan dan juga perlu kita tingkatkan, tapi interaksi sosial yang produktif lah yang mesti kita kedepankan serta interaksi sosial yang dapat meningkatkan interaksi emosional. Ini memang tetap tidak dapat digantikan dan seemstinya kita terus menerus tingkatkan. 
Afith,
Kayaknya bukan soal berani atau tidak...Area Cisco bukandi sana. Tapi kalau ada perhatikan lebih jauh, ada beberapa sofware kita sudah Linux koq..
Arya,
Selamat ...anda termasuk orang yang beruntung. Tinggal di Jakarta tapi tidak terkena impact kemacetan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anthony,<br />
Bertemu dengan rekan sekerja dalam kaitannya untuk kebutuhan interaksi menyelesaikan suatu perkerjaan memang kadang2 tidak tergantikan.. Yang kita bayangkan adalah perkerjaan2 yang tidak membutuhkan interaksi langsung yang bsa kita lakukan tanpa perlu bepergian. Berinteraksi sosial memang perlu kita pertahankan dan juga perlu kita tingkatkan, tapi interaksi sosial yang produktif lah yang mesti kita kedepankan serta interaksi sosial yang dapat meningkatkan interaksi emosional. Ini memang tetap tidak dapat digantikan dan seemstinya kita terus menerus tingkatkan.<br />
Afith,<br />
Kayaknya bukan soal berani atau tidak&#8230;Area Cisco bukandi sana. Tapi kalau ada perhatikan lebih jauh, ada beberapa sofware kita sudah Linux koq..<br />
Arya,<br />
Selamat &#8230;anda termasuk orang yang beruntung. Tinggal di Jakarta tapi tidak terkena impact kemacetan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anthony</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-174</link>
		<dc:creator>anthony</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 08:26:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-174</guid>
		<description>Banyak sekali option untuk bekerja di rumah seperti video conference call,audio conference call , tetapi paling bagus ya tetap bertemu dengan rekan kerja. Selain itu bekerja di rumah juga akan membuat Anda menjadi lebih malas dan tidak produktif karena tidak ada yang selalu " ngawasin " seperti di kantor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali option untuk bekerja di rumah seperti video conference call,audio conference call , tetapi paling bagus ya tetap bertemu dengan rekan kerja. Selain itu bekerja di rumah juga akan membuat Anda menjadi lebih malas dan tidak produktif karena tidak ada yang selalu &#8221; ngawasin &#8221; seperti di kantor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afithk</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-171</link>
		<dc:creator>afithk</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 07:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-171</guid>
		<description>kalo untuk Hak Paten, bisa pake OS yg free macam GNU/Linux.
Bagaimana kalo Cisco bikin suatu "wadah" untuk mewujudkan ide brilian tersebut??berani???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo untuk Hak Paten, bisa pake OS yg free macam GNU/Linux.<br />
Bagaimana kalo Cisco bikin suatu &#8220;wadah&#8221; untuk mewujudkan ide brilian tersebut??berani???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arya</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-170</link>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 01:03:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-170</guid>
		<description>Memang kita harus segera menjauhi daerah pusat macet, berkantorlah di outer jakarta, berkegiatanlah di luar jakarta, ber rumah lah di dekat ringroad/toll road...niscaya Anda akan mengalami peningkatan produktifitas secara nyata dan lebih efisien. Faktanya: Saya ke kantor hanya perlu 30-40 menit, kebetulan pelanggan utama ada di seputar ringroad/JORR, kegiatan utama di luar Jawa yang relatif tidak ada macet.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang kita harus segera menjauhi daerah pusat macet, berkantorlah di outer jakarta, berkegiatanlah di luar jakarta, ber rumah lah di dekat ringroad/toll road&#8230;niscaya Anda akan mengalami peningkatan produktifitas secara nyata dan lebih efisien. Faktanya: Saya ke kantor hanya perlu 30-40 menit, kebetulan pelanggan utama ada di seputar ringroad/JORR, kegiatan utama di luar Jawa yang relatif tidak ada macet.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizky Krisnaldi</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-169</link>
		<dc:creator>Rizky Krisnaldi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 12:56:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-169</guid>
		<description>Bang Foke (Fauzi Bowo) udah memenuhi janjinya, akan bekerja sejak hari pertama sebagai gubenur. Hasilnya Jakarta udah nggak macet lagi, tapi sayangnya cuma pas lagi musim mudik doang, begitu udah pada balik ya Jakarta kembali maceeeeet!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Foke (Fauzi Bowo) udah memenuhi janjinya, akan bekerja sejak hari pertama sebagai gubenur. Hasilnya Jakarta udah nggak macet lagi, tapi sayangnya cuma pas lagi musim mudik doang, begitu udah pada balik ya Jakarta kembali maceeeeet!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bachtiar</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-168</link>
		<dc:creator>Bachtiar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 12:04:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-168</guid>
		<description>Menurut saya pemerintah harus mampu meminimize centralistic activity di Jakarta. Sekedar flash back ke hari lebaran kemarin, Jakarta sangat sepi, jauh dari macet, dengan kata lain masyarakat Jakarta itu kebanyakan datang dari daerah, karena segalanya terpusat di Jakarta. Nah saya sangat setuju dengan Working at Home Movement, jadi masyarakat bisa beractivity dari rumah dan dari daerah, masalahnya IT knowledge masyarakat kita belum mendukung. Sebenarnya masyarakat yang berbisnis di WARNET sudah sangat membantu sosialisasi info &#38; tech ini sampai ke pelosok desa, tapi dengan alasan Hak Paten mereka selalu diberangus. Seandainya pemerintah bisa me-lobby Microsoft, kemungkinan ide Bapak itu tidak lama lagi bisa terimplementasi.
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya pemerintah harus mampu meminimize centralistic activity di Jakarta. Sekedar flash back ke hari lebaran kemarin, Jakarta sangat sepi, jauh dari macet, dengan kata lain masyarakat Jakarta itu kebanyakan datang dari daerah, karena segalanya terpusat di Jakarta. Nah saya sangat setuju dengan Working at Home Movement, jadi masyarakat bisa beractivity dari rumah dan dari daerah, masalahnya IT knowledge masyarakat kita belum mendukung. Sebenarnya masyarakat yang berbisnis di WARNET sudah sangat membantu sosialisasi info &amp; tech ini sampai ke pelosok desa, tapi dengan alasan Hak Paten mereka selalu diberangus. Seandainya pemerintah bisa me-lobby Microsoft, kemungkinan ide Bapak itu tidak lama lagi bisa terimplementasi.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Strategi + Manajemen</title>
		<link>http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-167</link>
		<dc:creator>Blog Strategi + Manajemen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 06:26:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://irfansetiaputra.com/2007/10/22/macet-lagi/#comment-167</guid>
		<description>Thanks mas Irfan atas responnya. Angan2nya sih mulai  dulu ngumpulin teman-teman yang sudah menjadi "virtual worker", dan kemudian membentuk satu komunitas semacam "Virtual Workers Group". Lalu dilanjutkan dengan membangun situs khusus mengenai segela aspek tentang "Working at Home", tentang "Dunia Virtual Work". 

Pelan-pelan dilanjutkan dengan program edukasi tentang Working at Home (melalui seminar, talk show, menerbitkan buku, menulis di media massa, di blog,  dll). Edukasi kepada pejabat publik, kepada perusahaan, kepada pekerja profesional. 

Impiannya sama dengan Mas Irfan : bagaimana sebagian besar urusan dagang/bisnis/pekerjaan bisa dilakukan hanya dengan klik-klik....just a click away. 

Aduh, namun semua ini baru rencana Mas. Nanti kalau sudah cukup matang, kita bisa kontak Cisco untuk menjadi sponsor....:):)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks mas Irfan atas responnya. Angan2nya sih mulai  dulu ngumpulin teman-teman yang sudah menjadi &#8220;virtual worker&#8221;, dan kemudian membentuk satu komunitas semacam &#8220;Virtual Workers Group&#8221;. Lalu dilanjutkan dengan membangun situs khusus mengenai segela aspek tentang &#8220;Working at Home&#8221;, tentang &#8220;Dunia Virtual Work&#8221;. </p>
<p>Pelan-pelan dilanjutkan dengan program edukasi tentang Working at Home (melalui seminar, talk show, menerbitkan buku, menulis di media massa, di blog,  dll). Edukasi kepada pejabat publik, kepada perusahaan, kepada pekerja profesional. </p>
<p>Impiannya sama dengan Mas Irfan : bagaimana sebagian besar urusan dagang/bisnis/pekerjaan bisa dilakukan hanya dengan klik-klik&#8230;.just a click away. </p>
<p>Aduh, namun semua ini baru rencana Mas. Nanti kalau sudah cukup matang, kita bisa kontak Cisco untuk menjadi sponsor&#8230;.:):)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
