Irfan Setiaputra

toward human networking

Macet Lagi…

Pekan ini lalu-lintas Jakarta kembali seperti sebelum Lebaran yang ditinggalkan pergi oleh banyak penggunanya. Singkat saja, macet. Kerugian yang terjadi karena kemacetan ini bisa termasuk hilangnya waktu produktif, kurangnya waktu berkualitas, kelelahan fisik dan psikis, serta pemborosan bahan bakar.

Gubernur Jakarta yang baru menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam karirnya, bagaimana mengatasi kemacetan ini. Sejauh ini, proyek yang dijalankan lebih banyak kepada memfasilitasi transportasi.

Tidak ada salahnya dengan memberikan fasilitas yang lebih baik untuk transportasi, tetapi akan lebih baik jika ada juga program yang bertujuan untuk mengurangi jumlah orang yang bepergian. Program yang dimaksud seperti, pajak penggunaan jalan dan biaya parkir ditingkatkan.

Selain itu disertai juga program yang memberikan kemampuan kepada warga untuk tetap beraktivitas, termasuk bekerja, berbelanja, membayar tagihan dan semacamnya, tanpa harus berjalan jauh ke tempat tujuan. Untuk ini perlu internet berpita lebar, di rumah-rumah dan di tengah-tengah komunitas.

Urusan lalu-lintas hanya bisa diselesaikan bila bisa membereskan banyak sisi.

By Irfan Setiaputra on October 22nd, 2007 |

There are 15 comments for “Macet Lagi…”. Add yours

  1. fisto

    pajak kendaraan pribadi juga perlu ditingkatkan…retribusi parkir dinaikkan, sarana transportasi umum diperbanyak dan dikelola dengan profesional…

    October 22nd, 2007 at 10:32 pm

  2. Blog Strategi + Manajemen

    Bekerja dari rumah (working at home), saya percaya merupakan sebuah solusi paling rasional untuk membongkar petaka kemacetan yang kian mematikan.

    Work is not a place, it’s an activity. Ini semboyan Cisco. Dan sungguh saya setuju banget. Sudah empat tahun saya mempraktekkan “working at home” (pekerjaan saya sekarang lebih bersifat ‘brain-based’ sehingga semuanya bisa dijalankan via internet).

    Saya sendiri berencana untuk melakukan kampanye tentang “Working at Home Movement”….mendorong semua pihak (perusahaan/karyawan) untuk mulai berani menerapkan kebijakan “Bekerja Dari Rumah”. Kalau perusahaan ogah dengan kebijakan ini, ya determine your own destiny…kirim surat resign, bekerja secara self-employed, dan think hard to create income by working at home.

    Mimpinya, tahun 2015, ada lima juta orang karyawan Jakarta yang bisa “woking at home”, dan di tahun 2020, meningkat menjadi sepuluh juta. (Kalau begini, ujung-ujungnya Cisco juga kan yang bakal untung besar…hehehehe).

    Anyhow, let’s think seriously to Start Working-at-Home. Dan selamat tinggal kemacetan….

    October 23rd, 2007 at 10:14 am

  3. Irfan Setiaputra

    Bekerja dari rumah adalah salah satu solusi dan apabila mimpi anda bahwa tahun 2015 5 juta karyawan di Jakarta bisa ‘work from home” terjadi…tentu sangat membanggakan. Saya setuju dengan anda dengan ide kampanye tersebut. Apa kira2 partisipasi dari saya dan Cisco yang dapat kita lakukan ?
    Tetapi selain ‘work from home’, yang kita perlu juga kampanyekan adalah MENGURANGI perjalanan yang tidak produktif. Seperti saya sampaikan…pengurusan perizinan, membayar tagihan, mengurangi transaksi secara tunai, dlsb. Di suatu kesempatan sekitar 1.5 tahun yang lalu, saya sempat sampaikan kepada beberapa petinggi, bagaimana caranya kita mengurangi secara drastis aktifitas perbankan melalui teller maupun ATM ( yang notabene membuat kita melakukan perjalanan, bagaimana caranya kita mengurangi proses perizinan yang macam-macam, dari mulai perpanjangan KTP, paspor, STNK, pengurusan pernikahan, dan lain sebagainya. Yang terjadi saat ini adalah KITA sebagai individulah yg tidak melakukan perjalanan, tapi ada orang ’suruhan; yang kita bayar dan minta tolong untuk pengurusan hal-hal tersebut. Ujung-ujungnya yang terjadi adalah KITAnya tidak melakukan perjalanan, tapi PERJALANAN itu sendiri tetap terjadi. Saya selalu bertanya-tanya…kenapa sih perpanjang SIM mesti datang ke kantor polisi ?

    October 23rd, 2007 at 3:14 pm

  4. Hedwig™

    Berkerja di rumah sepertinya sebuah konsep yang menyenangkan, tetapi terus terang saja, sukar dilakukan.

    Tidak usah memikirkan masalah koneksi broadband, kendala non-teknis nya ternyata lebih mengganggu.

    Saat hendak memulai sebuah aktivitas, gangguan kadang datang dan harus perlu penanganan, misalnya: petugas yang menagih iuran atau aqua atau gas tiba-tiba habis atau mati lampu. Belum lagi saat ada tukang siomay lewat depan rumah.. atau tetangga yang pensiunan datang untuk ngajak ngobrol ngarol ngidul dan masih banyak lagi menurutku kendala non teknisnya.

    Salam
    /hedwig/

    October 23rd, 2007 at 4:13 pm

  5. JM Zacharias

    Solusi lainnya ada di level pusat: butuh keberanian dan kecermatan untuk melakukan pemisahan peran kota Jakarta yang selama ini menjadi sentra bisnis sekaligus sentra kekuasaan [ibukota negara]dengan memberdayakan kota besar lainnya.
    Tengok saja negara lain juga mengimplementasikan hal ini Australia [Sydney & Canberra], Filipina [Makati & Metro Manila], RRC [Shanghai & Beijing] dan Amerika Serikat [New York & Washington] :)

    Dengan adanya pemisahan ini , akan terjadi pendistribusian jumlah pengguna jalan di Jakarta dengan kota-kota lainnya dan berdampak positif pada pengembangan infrastruktur pada kota-kota lainnya baik infrukstruktur jalan, infrastruktur komunikasi dan informasi [backbone seperti fiber optik] dan yang lainnya. Kalau sudah begitu siapa yang diuntungkan? Masyarakat pengguna jalan, pelaku bisnis karena munculnya lahan pasar/bisnis baru yang menjanjikan dan siapa lagi ? Hayo ngaku he2x :-)

    October 23rd, 2007 at 8:06 pm

  6. Blog Strategi + Manajemen

    Thanks mas Irfan atas responnya. Angan2nya sih mulai dulu ngumpulin teman-teman yang sudah menjadi “virtual worker”, dan kemudian membentuk satu komunitas semacam “Virtual Workers Group”. Lalu dilanjutkan dengan membangun situs khusus mengenai segela aspek tentang “Working at Home”, tentang “Dunia Virtual Work”.

    Pelan-pelan dilanjutkan dengan program edukasi tentang Working at Home (melalui seminar, talk show, menerbitkan buku, menulis di media massa, di blog, dll). Edukasi kepada pejabat publik, kepada perusahaan, kepada pekerja profesional.

    Impiannya sama dengan Mas Irfan : bagaimana sebagian besar urusan dagang/bisnis/pekerjaan bisa dilakukan hanya dengan klik-klik….just a click away.

    Aduh, namun semua ini baru rencana Mas. Nanti kalau sudah cukup matang, kita bisa kontak Cisco untuk menjadi sponsor….:):)

    October 24th, 2007 at 1:26 pm

  7. Bachtiar

    Menurut saya pemerintah harus mampu meminimize centralistic activity di Jakarta. Sekedar flash back ke hari lebaran kemarin, Jakarta sangat sepi, jauh dari macet, dengan kata lain masyarakat Jakarta itu kebanyakan datang dari daerah, karena segalanya terpusat di Jakarta. Nah saya sangat setuju dengan Working at Home Movement, jadi masyarakat bisa beractivity dari rumah dan dari daerah, masalahnya IT knowledge masyarakat kita belum mendukung. Sebenarnya masyarakat yang berbisnis di WARNET sudah sangat membantu sosialisasi info & tech ini sampai ke pelosok desa, tapi dengan alasan Hak Paten mereka selalu diberangus. Seandainya pemerintah bisa me-lobby Microsoft, kemungkinan ide Bapak itu tidak lama lagi bisa terimplementasi.
    Salam

    October 24th, 2007 at 7:04 pm

  8. Rizky Krisnaldi

    Bang Foke (Fauzi Bowo) udah memenuhi janjinya, akan bekerja sejak hari pertama sebagai gubenur. Hasilnya Jakarta udah nggak macet lagi, tapi sayangnya cuma pas lagi musim mudik doang, begitu udah pada balik ya Jakarta kembali maceeeeet!!!

    October 26th, 2007 at 7:56 pm

  9. arya

    Memang kita harus segera menjauhi daerah pusat macet, berkantorlah di outer jakarta, berkegiatanlah di luar jakarta, ber rumah lah di dekat ringroad/toll road…niscaya Anda akan mengalami peningkatan produktifitas secara nyata dan lebih efisien. Faktanya: Saya ke kantor hanya perlu 30-40 menit, kebetulan pelanggan utama ada di seputar ringroad/JORR, kegiatan utama di luar Jawa yang relatif tidak ada macet.

    October 27th, 2007 at 8:03 am

  10. afithk

    kalo untuk Hak Paten, bisa pake OS yg free macam GNU/Linux.
    Bagaimana kalo Cisco bikin suatu “wadah” untuk mewujudkan ide brilian tersebut??berani???

    October 27th, 2007 at 2:03 pm

  11. anthony

    Banyak sekali option untuk bekerja di rumah seperti video conference call,audio conference call , tetapi paling bagus ya tetap bertemu dengan rekan kerja. Selain itu bekerja di rumah juga akan membuat Anda menjadi lebih malas dan tidak produktif karena tidak ada yang selalu ” ngawasin ” seperti di kantor.

    October 30th, 2007 at 3:26 pm

  12. Irfan Setiaputra

    Anthony,
    Bertemu dengan rekan sekerja dalam kaitannya untuk kebutuhan interaksi menyelesaikan suatu perkerjaan memang kadang2 tidak tergantikan.. Yang kita bayangkan adalah perkerjaan2 yang tidak membutuhkan interaksi langsung yang bsa kita lakukan tanpa perlu bepergian. Berinteraksi sosial memang perlu kita pertahankan dan juga perlu kita tingkatkan, tapi interaksi sosial yang produktif lah yang mesti kita kedepankan serta interaksi sosial yang dapat meningkatkan interaksi emosional. Ini memang tetap tidak dapat digantikan dan seemstinya kita terus menerus tingkatkan.
    Afith,
    Kayaknya bukan soal berani atau tidak…Area Cisco bukandi sana. Tapi kalau ada perhatikan lebih jauh, ada beberapa sofware kita sudah Linux koq..
    Arya,
    Selamat …anda termasuk orang yang beruntung. Tinggal di Jakarta tapi tidak terkena impact kemacetan.

    November 5th, 2007 at 11:51 am

  13. Irfan Setiaputra

    Saat ini saya dengan beberapa teman sedang menggodok beberapa inisiatif dan mensosialisakannya dengan beberapa pihak terkait mengenai ide mengurangi kemacetan. Idenya adalah bagaimana secara fundamental kita dapat berpartisipasi mengurangi pergerakan manusia yang secara de facto merupakan dasar dari kemacetan itu sendiri. Mobilisasi manusia adalah suatu konsekuensi dari revolusi industri maupun perubahan peradaban, yang menjadi masalah adalah bagaimana mengurangi pergerakan YANG TIDAK PERLU !! Sebagai contoh, perlukah kita datang ke bank untuk mengurusi aktifitas perbankan kita ? Apakah memang kita perlu ambil taport anak kita dan mendatangi sekolah secara langsung ? Apakah kita perlu datang ke kantor imigrasi (Jakarta Selatan ada di Wr Bundit bo…:-)) untuk pengurusan paspor,
    Dalam diskusi saya dan bantuan teman-teman, ditemukan bahwa kemacetan itu ada di mana-mana dan juga sudah terjadi dari zaman Romawi, ketika kota Roma dimacetkan oleh pergerakan gerobak. Mengurangi kemacetan adalah pekerjaan besar, melibatkan banyak pihak, dan andaikan solusinya tidak menyelesaikan masalah fundamental, kemacetan akan selalu muncul dan mendahului kecepatan kita menyelesaikannya.
    Idenya adalah mengurangi mobilisasi orang yang kurang efektif, meningkatkan frekuensi bekerja dari rumah atau remote work tanpa mengurangi interaksi sosial antar manusia, meminimalisasi investasi dari satu pihak (pemerintah) yang dalam jangka pendek menciptakan kemacetan baru, dan memanfaatkan teknologi terkini, dan tentu saja mampu menciptakan impak ekonommi secara langsung maupun tidak langsung.
    Mimpi besar memang….tapi partisipasi kita semua dalam urusan ini memang sangat krusial. Ada beberapa solusi yang saya sendiri sudah laksanakan hanya semata2 untuk mengurangi mobilisasi saya yang tidak perlu, tapi tetap bisa berinteraksi dengan rekan kerja, teman-teman, dan juga keluarga.

    November 5th, 2007 at 1:21 pm

  14. leonardi

    setuju sekali u/ mengurangi pergerakkan manusia yang tidak perlu, ada baiknya dibuat wadah / grup yang punya visi+misi yang sama sehingga lebih efektif begitu byk idea yang ada dikepala akan sulit direalize kalau dilakukan sendiri2x

    dari pengalaman sy dlm melakukan bisnis IT; 98% client dari luar indonesia, hampir seluruh proses mulai dari marketing campaign, sales,akusisisi customer/client,consultancy / development,service delivery & maintenance semua dilakukan secara remote + teleconference via voip / videoip

    masih berharap infrastruktur jaringan internet di indonesia semakin baik+terjangkau, dgn demikian lebih banyak virtual services yang bisa dideliver via internet dan jgn lupa warnet yang begitu byk bisa diberdayakan menjadi telecommuting center dgn opensource solution e.g. ssl-vpn openvpn etc

    November 19th, 2007 at 5:40 am

  15. Alex

    Kami sedang membangun jaringan kamera untuk menginformasikan kemacetan jakarta yang up-to-date di community website kami http://www.macetlagi.com

    Kami mengharapkan partisipasi rekan-rekan?

    Cheers,

    October 30th, 2008 at 10:31 am

Post a comment

Comment RSS 2.0Trackback URI.

Legal Disclaimer
Some of the individuals posting to this site, including the moderators, work for Cisco Systems. Opinions expressed here and in any corresponding comments are the personal opinions of the original authors, not of Cisco. The content is provided for informational purposes only and is not meant to be an endorsement or representation by Cisco or any other party. This site is available to the public. No information you consider confidential should be posted to this site. By posting you agree to be solely responsible for the content of all information you contribute, link to, or otherwise upload to the Website and release Cisco from any liability related to your use of the Website. You also grant to Cisco a worldwide, perpetual, irrevocable, royalty-free and fully-paid, transferable (including rights to sublicense) right to exercise all copyright, publicity, and moral rights with respect to any original content you provide. The comments are moderated. Comments will appear as soon as they are approved by the moderator.

© 1992-2007 Cisco Systems, Inc. All rights reserved.