Irfan Setiaputra

toward human networking

Daftar Perjalanan Yang Tidak Perlu

Saking macetnya Jakarta, helikopterpun dijadikan alternatif transportasi yang bisa dengan cepat mengantarkan dari satu helipad ke helipad yang lainnya. Dari helipad ke lokasi pertemuan? Ya tetap macet juga.

Alternatif lain bagi warga Jakarta yang tidak punya akses ke helikopter tapi punya mobil adalah mempunyai supir. Maksudnya agar tidak kelelahan dan stress berlebihan menghadapi macet.

Seperti yang pernah saya tulis dan sering saya diskusikan, baik di forum formal maupun informal, kemacetan ini harus dilihat esensinya. Yang tidak lagi perlu ditambahkan di tengah kemacetan ini adalah perjalanan-perjalanan YANG TIDAK PERLU.

Berikut ini adalah daftar versi saya mengenai perjalanan yang tidak perlu, dan bisa digantikan lewat pemanfaatan Internet:

  • Datang ke Sudirman-Thamrin (atau pusat kota) untuk ke kantor, tetapi di kantor hanya lebih banyak berhadapan dengan komputer daripada berinteraksi langsung dengan karyawan lainnya.
  • Pertemuan-pertemuan yang bisa diselesaikan lewat diskusi di instant messenger, telepon atau konferensi video.
  • Konsultasi hukum, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.
  • Sidang pelanggaran ringan lalu-lintas yang dendanya bisa dibayarkan melalui transaksi online.
  • Demonstrasi masal, digantikan petisi online.
  • Datang ke ATM atau bank untuk melakukan transaksi non-tunai.
  • Pembayaran tunai untuk listrik, telekomunikasi dan air.
  • Pelaporan dan pembayaran pajak.
  • Mengambil rapor anak, karena sekolah tidak dirancang untuk punya lapangan parkir yang luas dan kedua, kalau gurunya ditanya jawabannya melihat dari catatan di rapor juga. Kalau sekolah bisa punya portal yang memberikan kesempatan bagi orang tua dan murid untuk berkomunikasi interaktif akan lebih menarik.
  • Memperpanjang KTP, SIM, STNK dan paspor.
  • Mengurusi masalah perijinan-perijinan yang sebenarnya sudah bisa dijalankan lewat Internet
  • Penandatanganan persetujuan secara fisik, padahal persetujuan dalam softcopy sudah bisa menjadi bentuk yang sah
  • Mengantri membeli tiket transportasi publik yang bisa didapat lewat situs web
  • Berbelanja rutin yang barang-barang dan ukurannya selalu sama.
  • Datang ke game station agar dapat bermain secara online.

Kalau teman-teman punya daftar yang lain, silakan tambahkan.

By Irfan Setiaputra on November 13th, 2007 |

There are 24 comments for “Daftar Perjalanan Yang Tidak Perlu”. Add yours

  1. Blog Strategi + Manajemen

    1. Datang ke kondangan…..cukup hadir melalui telepresence (dan uang sumbangan ditransfer)…:):)

    2. Online learning…..ke sekolah cukup seminggu dua kali saja; selebihnya belajar melalui medium online learning (Universitas Terbuka sudah melakukannya- perlu diperluas ke universitas lain atau bahkan SLTA). Proses belajar dengan dosen/guru cukup dengan telepresence juga.

    (kemarin baca majalah Fortune tentang Cisco dan produk Telepresence, juga tentang ambisi John Chamber….produk telepresence itu luar biasa (!)….kapan kira-kira bisa masuk ke Indonesia….dengan telepresence, mahasiswa Papua bisa belajar di UI tanpa harus meninggalkan kampung halamannya).

    November 13th, 2007 at 2:11 pm

  2. Amir Karimuddin

    kalo kondangan.. wah, yang dicari kan makanannya Mas :D

    Kalo petisi online.. saya ga tau apakah pemerintah atau DPR pernah dengar yang namanya petisi online..

    Yang paling saya setuju tetap working remotely, doesn’t necessary means work at home..

    November 13th, 2007 at 2:48 pm

  3. Amir Karimuddin

    Intinya menurut saya, seharusnya ada single ID seperti SSN agar memudahkan segala transaksi.

    November 13th, 2007 at 2:51 pm

  4. benk bakarbessy

    tapi di indonesia, orang dikenal melalui nomor jaminan sosial masih belum bisa.. Wong ngetik nama buat KTP aja masih salah, whuehehehehe…

    November 13th, 2007 at 3:28 pm

  5. feha

    hayo siapa yg punya KTP lebih dari 1?????
    Ngakuuuuu!!!!

    November 13th, 2007 at 7:35 pm

  6. Irfan Setiaputra

    Ayo dong ide2 lainnya baik yang valid maupun yang sesat…hehehe.

    November 13th, 2007 at 10:40 pm

  7. Dharmady

    * Gak perlu pergi nonton film di bioskop, cukup di rumah aja nonton DVD

    * Gak usah pergi pacaran ke mal, cukup “ketemuan” aja di rumah pake Tele Presence hahaha

    November 15th, 2007 at 6:33 pm

  8. Bolanova

    Ga lagi pergi ke kantor. Jadi Full Time blogger aja!

    Ga lagi tinggal di Jakarta. Pindah ke Tokyo aja! (eh, Tokyo sama macetnya yah dengan Jakarta? )

    - Adi W -

    November 17th, 2007 at 9:01 am

  9. benk bakarbessy

    denger2 di kelurahan pisangan udah bisa perpanjang KTP via SMS..hebat! Gimana kl jadwal sehari2 kita bisa di upload ke dunia cyber ya, so anyone yg mau bikin janji atau ngajak jalan ga perlu nanya langsung, cukup browsing or request ke provider seluler utk dapetin jadwal yg bersangkutan… What do u think?

    November 19th, 2007 at 9:46 am

  10. Joule Doc

    waduh jaman sekarang jakarta macet banget…

    yang penting lewat internet adalah ???

    November 21st, 2007 at 2:40 pm

  11. Suwahadi

    Wah setuju banget !
    Anggota dewan gak perlu repot2 pergi ke luar negeri.
    Cukup duduk depan kompie, trus teleconference dech.
    Jadi gak perlu ngabisin uang rakyat !!!

    November 23rd, 2007 at 1:52 am

  12. Taufan

    - Sidang lalin ==> Enak lagi kalau gak ditilang.
    - Ambil Rapor anak ==> Istri saya guru pak, kalo ortu spt bapak semua.. wah kasihan gurunya dong. Kan ketemuan ortu sm guru lbh skdr omongin angka di rapor. Byk topik yg bisa diomongin. Istri saya saja bisa terima telpon dr ortu smp jam 10 malam. Ada aja yg diomongin. Dan itu msh aja ada yg kurang, dan mau nggak mau ortu harus datang. Kalau ortu gak dtg pas pembagian rapor, image yg keluar adalah ortu gak perhatian sm pendidikan anak. (Itu kesan yang timbul lho pak, walaupun nyatanya belum tentu juga.)
    Ya gitu aja sih sharing dari suami seorang guru…. :)

    November 23rd, 2007 at 7:14 am

  13. Syamsul

    1. Sekarang ini setiap orang sudah punya email, bahkan anak sekolah SMP, bahkan SD juga sudah punya, malah untuk beberapa kalangan pembantu rumah tangga juga sudah punya. Dunia pendidikan bisa memanfaatkan email untuk mengirimkan raport, surat undangan, maupun surat teguran/peringatan kepada orang tua, karena banyak surat untuk orang tua yang tidak sampai. Jadi tidak perlu datang ke sekolah.

    2. Semua surat-menyurat, undangan, kartu ucapan dilakukan lewat email. Tidak perlu kurir atau tukang pos untuk mengantarnya.

    3. Meeting dilakukan lewat YM atau teleconference. Tidak perlu datang ke kantor, apalagi kalangan DPR sampai sewa hotel.

    4. Yang tidak boleh, akad nikah lewat YM, Skype atau teleconference :) Undangan cukup lewat email, dan kadonya tinggal ditransfer lewat bank.

    Wassalam,
    Syamsul

    November 23rd, 2007 at 6:45 pm

  14. kodhim

    pacaran online aja, ga ketemu calon mertua…

    tapi ga seru pacarannya … hahahaha…

    November 23rd, 2007 at 9:59 pm

  15. dendy

    masih macet toh jakarta ;p

    welehh2.. dah punya blog tohhh… mantaf2…
    salam buat keluarga jakarta

    gruß

    November 26th, 2007 at 7:29 pm

  16. Irfan Setiaputra

    Wah terima kasih nih atas idenya…juga untuk yang sesat….
    1. pacaran online kan bagus juga…bisa paralel pada saat yg bersamaan dan murah lagi…
    2. Boleh share lebih jauh soal perpanjangan KTP di pisangan lewat SMS?
    3. Soal rapor, masalahnya adalah bahwa majoritas sekolah tidak didisain untuk mampu menampung parkir mobil dalam jumlah banyak sekaligus, sehingga selain menimbulkan kesulitan parkir juga mencipatakan kemacetan di lingkungan sekitar sekolah. Istri mas Taufan mungkin termasuk jenis guru yang langka, yang bersedia mencurahkan waktunya untuk memberikan masukan ke orang tua murid, tapi bukankah kita lihat banyak sekali para guru menghabiskan waktu untuk berbasa-basi saja, dan ketika ditanya masukan…cenderung melihat apa yang sudah tertulis di rapor dan bilang bahwa anak kita oke2 aja.
    Saya kebetulan pernah punya kesempatan bersekolah di luar negeri, dan sekolah tersebut ‘memaksa’ orang tua untuk menyediakan waktu 1 jam per semesater untuk bertemu dengan guru, untuk berdiskusi mengenai perkembangan anak. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. dan itu terjadwal dengan rapi dan tidak bersamaan waktunya. Dengan diskusi ini banyak hal bisa diselesaikan dan bermanfaat untuk perkembangan anak.
    Intinya bukan mengurangi interaksi orang tua dengan guru, tapi pemborosan energi untuk suatu aktifitas non produktif dan tidak bermanfaat pada saat pengmabilan rapor.
    3. Soal anggota DPR….ini yang paling saya paling susah komentari…:-) Kalau mereka rapat kerja juga diam-diam aja dan ujung2nya cuma setuju atau tidak, mending rapat dpr dilakukan lewat YM conference…::-)

    November 27th, 2007 at 12:52 pm

  17. dimasu

    tambahan,

    1. tidak perlu jalan jauh2 ke bank untuk merampok. cukup dengan carding di rumah
    2. polisi juga tidak perlu capek2 patroli. cukup nongkrong di depan komputer melacak para pembobol tersebut
    3. Proses pengadilan cukup dilakukan dengan tele conference. tidak perlu jalan ke tempat sidang
    4. Hukuman penjara digantikan dengan hukuman denda + diblock dari dunia perinternetan. at least, tidak pelu jalan ke penjara

    November 27th, 2007 at 5:49 pm

  18. Irfan Setiaputra

    NO 1 2, dan 4 saya nggak comment…tapi no3 ide bagus tuh…pasti disukai para tersangka kasus korupsi dan selebritis yang sedang kena kasus dadah…mereka kan jadi nggak usah pusing mikirin para paparazis…

    November 29th, 2007 at 12:47 pm

  19. perdana

    tambah..

    1. jangan kerumah irfan..margonda depok macet bos !!

    2. jangan punya anak..biar gak perlu ambil rapor..

    January 9th, 2008 at 9:14 am

  20. Indah R.

    Aku salah satu staf di DPR. Mau comment aja soal DPR.

    FYI, Anggota DPR sebagian besar dari daerah dan boleh dibilang tidak melek teknologi. Boro2 YM, liat desktop aja bingung. Tapi maunya macem2.

    Komputer hanya digunakan oleh staf, yg juga kebanyakan tidak memanfaatkannya dengan baik. Karenanya untuk mengurangi traffic, server kami memblok YM atau program2 chatting, situs2 dewasa, dll.

    Kalau ada fasilitas yang diberikan, pasti itu sudah kesepakatan Pimpinan DPR (4 orang), dan Anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR yang berjumlah kurleb 50 org. Berarti 500 orang lainnya menanggung rasa bersalah atas kebijakan yang seringkali mereka tidak tahu proses awalnya.

    The most important thing, harus ada anggaran dari APBN dan APBD supaya masyarakat ga buta komputer serta insentif untuk pengusaha warnet.

    Juga ditambah persyaratan untuk jadi Anggota Dewan harus computer literate. Ga hanya pinter ngomong.

    Thanks,
    Indah R.

    January 25th, 2008 at 1:30 pm

  21. izoel

    heheh semuanya akan terjadi Pak..Jikaa…..jaringan Internet di Indonesia itu lebar-lebar dan ga pelit sama BW mau Conference-an daro sampe pagi juga tidak ada masalah, oia kyknya kalo anggota DPR/MPR menggunakan hal ini..wakwkak pastinya mereka akan Protes keras..karena tidak ada biaya dinas perjalanan..hahaa, sebenarnya sih, karena manusia itu mahluk sosial yang berinteraksi secara nyata, kalo ga kurang afdol rasanya, bentuk perjanjian2 kontrak misalnya, kalo ga jabat tangan kyknya..isi kontraknya..kurang terasa legit ..hehehe

    - Yang seharusnya dapat dilakukan secara online?
    > Maen Game Online / bermain game Console dirumah..ga perlu ke game-game arcade hehe
    > Nonton video/film/TV..ga perlu lagi ke bioskop dll, kan udah bisa nonton secara realtime di internet
    > Olah raga tidak perlu ke Gym..sudah ada game console W** hehe..game lagi deh

    February 5th, 2008 at 4:25 pm

  22. Stephen Dawni Nugraha

    wawancara kerja untuk calon pegawai baru nggak harus ke kantor. cukup di depan webcamera.

    :)

    February 16th, 2008 at 5:45 pm

  23. Irfan Setiaputra

    Stephen,
    Boleh juga tuh idenya. Namun dalam wawancara calon pegawai baru, kadang-kadang kita butuh untuk menangkap nuansa lain sewaktu wawancara tsb. Di Cisco, kita juga sering melakukan wawancara secara remote..namun pengalaman pribadi saya wawancara tanpa tatap muka lebih merugikan si calonnya. Karena ybs tidak dapat mengekpresikan secara penuh.

    February 18th, 2008 at 10:11 am

  24. Ali Fauzi

    Assalamualaikum Aya’

    Perjalanan “Makna” terkadang di perjalanan yg kita anggap perlu merasa tidak perlu dan perjalanan yang tidak perlu malah kita anggap perlu.Terjemahin masing-masing.

    Suksess wae Bos, Salam buat rekan2 semua.

    Wassalam,
    Ali Fauzi
    @Batam

    April 1st, 2008 at 10:38 pm

Post a comment

Comment RSS 2.0Trackback URI.

Legal Disclaimer
Some of the individuals posting to this site, including the moderators, work for Cisco Systems. Opinions expressed here and in any corresponding comments are the personal opinions of the original authors, not of Cisco. The content is provided for informational purposes only and is not meant to be an endorsement or representation by Cisco or any other party. This site is available to the public. No information you consider confidential should be posted to this site. By posting you agree to be solely responsible for the content of all information you contribute, link to, or otherwise upload to the Website and release Cisco from any liability related to your use of the Website. You also grant to Cisco a worldwide, perpetual, irrevocable, royalty-free and fully-paid, transferable (including rights to sublicense) right to exercise all copyright, publicity, and moral rights with respect to any original content you provide. The comments are moderated. Comments will appear as soon as they are approved by the moderator.

© 1992-2007 Cisco Systems, Inc. All rights reserved.