Harga BBM Naik? Teknologi Memberikan Alternatif
Akhirnya pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Seperti yang sudah diprediksikan, terjadi reaksi-reaksi dari berbagai lapisan masyarakat. Sebagai bangsa yang besar, harusnya kita tidak perlu menyerah atau pasrah dengan keadaan seperti ini. Sudah saatnya kita berpikir lebih panjang dua atau tiga langkah ke depan, untuk melakukan penghematan dan peluang apa yang bisa didapat dengan kondisi seperti ini.
Penghematan yang bisa dilakukan misalnya adalah mengurangi perjalanan dan memanfaatkan teknologi dengan mengefektifkan infrastruktur komunikasi yang sudah ada untuk belajar, bermain dan menikmati hidup.
Ini yang sudah saya dan teman-teman lakukan di Cisco. Daripada harus pergi dan terjebak kemacetan untuk pertemuan yang hanya akan memakan waktu satu atau dua jam, kami memilih untuk melakukan pertemuan jarak jauh lewat Internet. Coba hitung waktu yang terbuang untuk perjalanan, dan BBM yang dihabiskan kendaraan untuk mencapai tempat pertemuan tersebut. Apalagi jika kemudian kita harus kembali ke kantor dan melewati jalan yang sama, dengan kemacetan yang sama.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa mengaplikasikan hal ini. Jika biasanya kita selalu ke ATM untuk melakukan transaksi-transaksi non-tunai, mengapa tidak memilih Internet Banking, Phone Banking atau Mobile Banking? Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan secara online, tanpa mengorbankan esensi aktivitas itu sendiri.
By Irfan Setiaputra on May 27th, 2008 |

There are 4 comments for “Harga BBM Naik? Teknologi Memberikan Alternatif”. Add yours
Putu Erik Mulyawan
Boss Aya, bagaimana kalo tulisan-tulisan selain text juga dilengkapi dengan format video biar lebih authentic.
Saya pikir akan lebih impresif, karena yang jadi presenter Boss Aya.. Pasti beda hasilnya deh.
Salam,
Erik
June 9th, 2008 at 1:57 am
pampie
Sebenarnya kalau perusahaan-perusahaan yang modern mau mengaplikasikan prinsip-prinsip ini saya yakin banyak penghematan dan efisiensi yang bisa dicapai. Teknologi sudah tersedia, infrastruktur meskipun belum sempurna tetapi sebenarnya sudah bisa dipakai, tinggal masalah terbesar di bidang apapun selalu ‘between keyboard and the chair’.
Spending 4 hours/day on the road to go to the workplace (not to count the business travels) and burn more and more fossil fuel is somewhat wasting time and would result into lower quality of life.
Bravo Cisco Indonesia.
June 12th, 2008 at 10:58 am
isal
Pak irfan, ya BBM emang naek..tapi kita yang masih berada di level SMB masih belum tahu neh solkusi apa yang cisco tawarkan untuk para SMB yang jumlah karywannya kurang dari 75 user.
Kita memang sangat terlimit oleh budget IT yang cukup minim sednagkan khalayak sanagt tahu bahwa produk cisco harganya sanagt mahal. contohnya switch catalyst aja kagak ada yang di bawah 1000 USD.
well emang ada untungnya cisco akusisi linksys tapi pls deh kasih tahu kita produk yang tepat untuk para SMB baik untuk data maupun voice.
Thanks.
June 21st, 2008 at 1:32 pm
Irfan Setiaputra
Isal,
Kalau budget jadi issue….ada bagusnya anda gunakan Linksys. Ada kebutuhan specific ?
July 11th, 2008 at 5:40 pm