Definisi Broadband
Apa ukurannya layanan Internet yang kita terima sudah memenuhi apa yang disebut dengan broadband? Kalau diukur dari angka, apakah 128, 356, 512 kbps atau yang lebih tinggi lagi?
Layanan dial-up sudah pasti bukan broadband. Kecil kalau diukur secara angka dan seharusnya kita sekarang ini sudah melampaui era dial-up (walaupun layanan ini masih ada). Seharusnya sudah lewat masa-masa kita terkoneksi ke Internet, bermaksud untuk mengunduh email, kita tinggal bikin kopi dan kembali ke komputer belum semua email terunduh.
Masing-masing orang bisa jadi punya pendapat sendiri karena yang disebut broadband juga sesuai kebutuhan. Kebutuhan tersebut bisa sekedar browsing, atau tingkatan berikutnya bisa menyalurkan suara dan menonton video, atau tingkat berikutnya lagi melakukan kolaborasi dengan beberapa orang dengan menggunakan berbagai aplikasi. Di antara semua kebutuhan tersebut, apa kesepakatannya bahwa layanan Internet layak disebut sebagai broadband?
Buat saya, ada indikator sederhana kalau layanan Internet yang dipakai sudah broadband atau tidak. Ini adalah indikator paling minimal, sekali lagi menurut saya. Kalo saya bisa nonton YouTube tanpa putus-putus, maka ini cukup broadband sudah.
By Irfan Setiaputra on November 10th, 2008 |

There are 5 comments for “Definisi Broadband”. Add yours
JM Zacharias
Menurut saya, salah satu indikatornya (indikator yang tidak kuantitatif) ya kl kita melakukan voice over IP (VOIP, salah satu contoh aplikasi realtime) tanpa ada echo (delay) sehingga tidak terputus-putus. Secara umum untuk layananan realtime ya seharusnya tidak ada delay, karena sudah dari sananya karakteristik realtime itu ya mmg delay sensitive.
Kl layanan Youtube ya mmg layanan streaming dengan download-nya bertahap (menggunakan konsep buffering) jadi sebelum video terdownload sepenuhnya player sudah bisa memutarnya sambil menuruskan proses downloadnya untuk frame berikutnya untuk terus di download.
Tinggal kl proses download bertahap dan pemutarannya sinkron (pas) jadi terkesan tidak terputus-putus … alias smooth. Maaf kepanjangan ya comment-nya CMIW.
Thanks untuk mengingatkan isu/terminologi ini … kadang tanpa sadar menggunakan istilah ini tanpa tahu persis/kepastian apakah klaim broadband ini apakah benar2x broadband yang diimplementasikan di lapangan …contoh kasus ya antara iklan dan kenyataan implementasinya pada customer he2x
November 10th, 2008 at 11:48 am
fisto
kalo saya bisa menggunakan Skype dengan lancar, baru bisa disebut broadband… :D
November 10th, 2008 at 11:59 am
Amir Karimuddin
Apakah Cisco dapat membantu terwujudnya layanan broadband yang reliable di Indonesia?
November 10th, 2008 at 4:47 pm
Adzim Maghfironi
Pita Lebar (broadband) adalah media yang dapat dilalui oleh berbagai macam layanan, tidak hanya internet, tetapi juga voice, video, komunikasi data perkecapatan tinggi (lebih dari 10Mbps) dan lain-lain.
Internet kecepatan tinggi bukan identik dengan broadband. bisa saja dialup pun berkepatan tinggi jika site-site yg di akses itu dekat. begitu juga akses fiberoptik jadi lambat kerena bandwidth internetnya sudah macet atau full traffic
jadi kalau hanya melihat youtube tidak putus-putus, perlu line dialup aja yang dekat dengan server youtube. Main skype lancar, cukup dialup aja tapi deket servernya skype pasti lancar.
November 12th, 2008 at 10:12 am
Dendy
Semoga Cisco bisa jadi pelopor high bandwidth super murah meriah di indonesia… seperti di sini (jerman), 16.000 Kbps flat rate cuman 29 € / bulan (sekitar Rp 400 ribuan)
ayo Cisco… kamu bisa hehehe
Viele Grüße aus Hamburg
December 18th, 2008 at 6:39 pm